Siapa sosok pria plontos yang tak pernah jauh-jauh dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al Saud?

Dia, Abdul Aziz Al-Faghm. Pangkatnya Brigair Jenderal. Dia telah melayani Raja Saudi selama 10 tahun sejak raja sebelumnya yaitu Raja Abdullah. Dia adalah perwira militer terpilih yang mengemban tugas untuk menjadi perlindungan terakhir Sang Raja.

Mengutip Arab News, Brigjen Al-Faghm lulus dari sekolah perwira King Khaled Military College pada tahun 1991.

Setelah lulus dia ditempatkan di Brigade Khusus hingga kemudian pindah ke satuan pengamanan Raja.

Dia adalah hasil dari reformasi militer yang dibangun 15 tahun yang lalu. Sebelumnya, personel angkatan bersenjata Kerajaan Saudi tidak memiliki kemampuan yang mumpuni. Sehingga, reformasi dilakukan untuk meningkatkan keterampilan pasukan dan teknologi persenjataan. Pasukan dengan kemampuan khusus adalah hasil dari reformasi militer.

Pengamat militer sekaligus penulis Thomas Wictor menyebut  Brigjen Al-Faghm sebagai simbol sukses reformasi militer Arab Saudi. Dia memiliki berbagai kemampuan khusus yang membuatnya layak mengemban tugas berat sebagai penangkis peluru yang mengarah ke Raja Salman.

Sebagai seorang prajurit pasukan khusus, Brigjen Al-Faghm memiliki kemampuan khusus, pemegang sembilan sertifikasi kualifikasi keterampilan perang.

Sebanyak tujuh sertifikasi dari Angkatan Bersenjata Arab Saudi, dan dua sertifikasi dari US Army.

Sertifikasi yang dipegang menunjukkan keterampilan Brigjen Al-Faghm yang beragam. Dia memiliki kemampuan khas pasukan khusus, artileri, antiteror, hingga pengoperasian pesawat tempur.

Wictor kemudian membandingkan Brigjen Al-Faghm dengan Jenderal Peter Schoomacer, mantan kepala Staf Angkatan Darat AS.

Schoomacer hanya memiliki 5 bet, jauh lebih sedikit dibanding Brigjen Faghm.

Sosok Brigjen Al-Faghm tidak hanya tentara yang piawai, namun juga prajurit yang setia pada Negara. Kisah kesetiaannya pernah menjadi sorotan ketika pemakaman Raja Abdullah tahun 2015. Ketika jenazah diangkat, dia berdiri di samping tandu, sebagaimana dia lakukan terus selama 10 tahun.

Pengabdian Al-Faghm berlanjut kemudian menjadi pengawal raja berikutnya, yaitu Raja Salman.

[***]