Indonesia merupakan salah satu negara dengan lahan gambut tropis terbesar di dunia dengan luas mencapai 1,6 kali luas Pulau Jawa. Lahan Gambut terbentuk dari pembusukan material organik yang tertumpuk selama ribuan tahun. Lahan gambut juga mampu menyimpan karbon 20 kali lipat lebih banyak dibandingkan hutan hujan tropis biasa.

Provinsi Riau, merupakan provinsi nomor dua setelah Papua yang memiliki kawasan gambut terluas di Indonesia. 45,71 % dari total luas daratan Riau merupakan Lahan Gambut. Namun, lebih dari 50% lahan gambut tersebut sudah di konversi untuk kepentingan budidaya dan sebagian besar lahan tersebut di konversi dengan metode membakar lahan.

Tahun 2015 lebih dari setengah peristiwa kebakaran hutan di Indonesia terjadi di lahan gambut. Kebakaran hutan ini melepas emisi karbon lebih dari 15,95 juta ton ke atmosfer dan memicu perubahan cuaca ekstrem yang mengakibatkan bencana alam di berbagai tempat. Dalam hal ini, perempuan yang memliki keterkaitan erat dengan lingkungan akan mengalami dampak yang lebih buruk dari bencana akibat kerusakan lingkungan. Baik dampak pada kesehatan reproduksinya maupun kehidupan sosial dan ekonomi dirinya serta keluarga.

Bagaimana dampak dari kebakaran hutan pada perempuan di Provinsi Riau? Dan bagaimana masyarakat, khususnya perempuan dapat berperan dalam mencegah maupun melakukan mitigasi risiko dari kebakaran hutan tersebut?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan WRI pada tahun 2016, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan gambut berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, pendidikan, ekonomi dan anggaran daerah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi dampak tersebut dan diperlukan upaya pendukung lainnya yang berasal dari masyarakat. Salah satunya adalah dari pihak masyarakat, khususnya perempuan untuk dapat berpartisipasi aktif membuat sistem ketahanan bencana berbasis data melalui platform Global Forest Watch. Untuk informasi selengkapnya, simak Video Grafis dari penelitian WRI terkait kebakaran hutan dan dampaknya di Provinsi Riau.

Kunjungi laman WRI lainnya di Website: www.wri.or.id Fanpage FB: Women Research Institute – WRI Twitter: @WRI_Indonesia