Banyak kisah mneyebutkan mengenai bagaimana bendera merah putih pertamakalinya, Adalah Fatmawati Istri Sukarno yang menjahitnya. Lantas darimanakah kain merah dan putih itu didapatkan?

Betulkah bendera Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi 17 Agustus 1945 dari kain seprei dan tenda warung soto?

Jawabannya: Tidak.

Fatmawati yang menjahit bendera tersebut mengaku mendapatkan dua blok kain merah putih dari seorang perwira Nippon.

Fatmawati menulis, “Suatu hari, tatkala kandunganku berumur 9 bulan [nota: bayi Guntur, lahir 3 Nov. 1944], datanglah seorang perwira Jepang membawa kain dua blok. Yang satu blok berwarna merah sedangkan yang lain berwarna putih.”

Fatmawati menduga kain tersebut dibawa kantor Jawa Hokokai.

Selanjutnya ia tulis, “Mempergunakan mesin jahit tangan aku buat sehelai bendera merah putih yang besar, sebab tidak boleh lagi mempergunakan mesin jahit kaki.”

Hal tersebut diungkapkan Dalam Catatan Kecil bersama Bung Karno Bagian I.

Apa bendera tsb dibuat untuk prosesi kemerdekaan Indonesia?

Jawabannya sama: Tidak!

Dalam memoar Fatmawati ditulis pagi 17 Agustus 1945, “Ketika akan melangkahkan kakiku keluar dari pintu terdengarlah teriakan bahwa bendera belum ada, kemudian aku berbalik mengambil bendera yang aku buat…”

Lalu siapa perwira Nippon yang dimaksud Fatmawati?

Ada nama Hitoshi Simizu, ia adalah sosok perwira Nippon pembawa kain merah dan putih yang diberikan kepada Fatmawati.

Simak videonya: