Tidak hanya KH Maimoen Zoebair atau Mbah Moen, ada banyak tokoh Indonesia dimakamkan di Mekkah. Ada nama Bung Tomo, pahlawan nasional. Pangeran Aria Soeria Atmadja, Bupati Sumedang 1883-1919. dan Tjakraningrat bupati Bangkalan 1946-56 menantu raja Solo Paku Buwono X.

Berikut kisah mereka:

Awal Juni 1921 berita meninggalnya Pangeran Aria Soeria Atmadja yang hendak berhaji bikin gempar. Padahal Bupati Sumedang 1883-1919 ini sehat saat berangkat 1,5 bulan sebelumnya.

Konsul Belanda di Jeddah melaporkan, saat tiba keadaan almarhum memang lemah. Namun kian membaik usai 3 hari rehat. Rombongan lalu melanjutkan perjalanan dengan mobil. Namun sampai Mekah fisiknya malah memburuk. Lalu, wafat pada 1 Juni 1921 setelah maghrib.

Tak sampai selang sebulan, istri dan adik perempuannya menyusul. Mereka kecelakaan di antara Mekah dan Madinah. Wafatnya 3 menak Sunda di tanah suci ini membuat pemerintah Hindia mengetatkan aturan pas haji dan menggratiskan cek kesehatan.

Ada nama lain. Sebut saja bupati Bangkalan 1946-56 RTA Azis “Sis” Tjakraningrat yang wafat di Mekah saat musim haji 1961. Ia dikubur di pemakaman al-Ma’la.

Sekjen departemen Agama ini menantu raja Solo Paku Buwono X. Ia menikahi Ratu Pembayun, putri sang raja dari permaisuri Hemas.

Ada sebagian besar jemaah yang meninggal dikubur di Mekkah, yang bisa dipulangkan. Salah satunya bung Tomo, tokoh pertempuran Surabaya itu, yang wafat di Arafah 7 Okt 1981.

Empat bulan setelah dikubur tubuhya dikeluarkan kembali dan dibawa pulang ke Surabaya.

Simak video sejarah berikut: Klik Saja…!