Celestine Wenardy, Remaja putri berusia 16 tahun asal Jakarta memenangkan salah satu hadiah lomba ilmiah Google atau Google Science Fair di AS.

Celestine meraih penghargaan atas prestasinya membuat sensor glukosa darah tanpa pengambilan darah yang bisa diproduksi dengan harga relatif murah.

Celestine menemukan alat pendeteksi diabetes tanpa harus mengambil darah dengan harga yang lebih terjangkau yaitu $63 atau Rp. 900.000 dibandingkan yang tersedia di pasaran (> Rp. 14,2 juta)

Temuan bernama Glukometer non-invasif ini memenangkan Kontes Sains yang diadakan Google di Silicon Valley, San Francisco, California.

Berikut video pemaparan Celestine sebagaimana telah dilansir oleh VOA di Washington, DC.