kliksaja – Sudah bukan rahasia lagi apabila kesenian tradisional di Indonesia mulai ditinggalkan generasi muda negeri ini, dan masuknya berbagai kebudayaan luar melalui Jejaring Media Sosial di gadget mereka. tidak sedikit ikut mempengaruhi kelunturan apresiasi terhadap kesenian tradisional.

Saat ini banyak anak-anak muda kurang mengenal kesenian tradisional Pujanggaan atau Macapat, Bahkan benar-benar tidak mengenal kesenian tersebut. dan semakin hilang minat masyarakat jawa terkait pujanggaan.

Namun, berbeda dengan Sanggar Aksara Jawa Kidang Pananjung (SAJAKP), yang sampai hari ini tetap konsisten dalam menjaga dan mensyiarkan tradisi Pujanggan. serta turut serta mengajak kaum muda untuk ikut andil.

Sanggar Aksara Jawa yang bertujuan melestarikan warisan intelektual yang terkait dengan naskah-naskah jawa kuno dan seni tradisi seperti halnya macapat/pujanggan. Dalam menjaga dan melestarikan naskah kuno, SAJAKP menemukan banyaknya naskah dari berbagai desa di Kabupaten Indramayu, naskah tersebut berisi tentang tembang macapat.

Sanggar Aksara Jawa Kidang Pananjung (SAJAKP) terletak di desa Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. SAJAKP awalnya dirintis oleh Ki Tarka Sutarahardja seorang penggiat budaya yang memiliki kesukaan dan perhatian khusus terhadap manuscripts atau naskah-naskah kuna. Baru di tahun 2010 bersama para penggiat seni dan kebudayaan lainnya yang tergabung maka dibentuklah komunitas Sanggar Aksara Jawa Kidang pananjung.

Kegiatan SAJAKP selain utamanya melestarikan manuscripts atau naskah-naskah kuna yang tersebar di masyarakat Indramayu dan sekitarnya juga melestarikan seni tradisi seperti kidungan atau pujanggaan, wayang kulit.

 

Simak Ulasan Lengkap Terkait Pujanggaan atau Macapat! Kliksaja!