Peneliti dari Prancis Jean-Pierre Changeux, seorang ahli saraf di Institut Pasteur, Prancis. menyebut, bahwa nikotin mampu membantu mencegah infeksi virus corona (Covid-19).

Sebelumnya, Peneliti pimpinan Giuseppe Lippi dari Verona, Italia. Juga sampai pada kesimpulan yang sama: bahwa perokok tidak lebih mungkin terinfeksi COVID-19 dibanding yang lain.

Jean-Pierre Changeux, telah merilis hipotesa dalam penelitiannya tersebut di portal sains Qeios. Sementara Giuseppe Lippi menerbitkan hasil penelitiannya di European Journal of Internal Medicine.

Nikotin sebagai perlindungan?

Studi peneliti Prancis menyebut bahwa nikotin dapat menangkal virus corona. Hal ini didasarkan pada hipotesis “Bahwa nikotin menempel pada reseptor sel (ACE2) yang dituju oleh virus corona, sehingga mencegah virus tersebut masuk,” jelas Changeux, pemimpin peneliti Prancis tersebut.

Para peneliti menyimpulkan bahwa virus corona tidak bisa masuk ke dalam sel dan tidak bisa menyebar dalam organisme jika nikotin menahan virus.

Rumah Sakit Pitie-Salpetriere di Paris kini akan menyelidiki temuan ini secara lebih rinci.

Para peneliti ini mengamati sekitar 500 pasien COVID-19, dengan 350 di antaranya telah dirawat rumah sakit dan 150 lainnya merupakan pasien dengan perkembangan penyakit ringan. “Hanya 5% perokok,” kata kepala penelitian yang juga merupakan seorang profesor penyakit dalam, Zahir Amoura, kepada kantor berita AFP.

Ini berarti jumlah perokok di antara pasien COVID-19, 80% lebih sedikit dibanding populasi umum dengan kelompok usia dan gender yang sama.

Namun, hasil penelitian Prancis di atas bukan berarti setiap orang harus mulai mencoba merokok sedini dan sesering mungkin.