Penerimaan siswa baru untuk Madrasah Tsnawiyah Tahun Anggaran 2019/2020 di wilayah DKI Jakarta telah berlangsung. Penerimaan kali ini sedikit berbeda dengan penerimaan siswa baru tahun sebelumnya.

Kalau tahun sebelumnya, hanya dilaksanakan satu jalur, untuk TA 2019/2020 dibagi menjadi 3 jalur. “Perubahan ini karena tuntutan masyarakat. Terutama orangtua yang anaknya sekolah di Madrasah Ibtidaiyah yang selalu kalah dengan anak-anak dari sekolah umum,” begitu menurut kepala sekolah MTsN 27 Jakarta, Drs. Djahidin, MPd di Jakarta kemarin.

Memang, Madrasah Tsnawiyah adalah sekolah setingkat SMP yang dikelola oleh Departemen Agama, secara teknis bisa menampung siswa-siswi yang berasal dari sekolah negeri atau sekolah umum.

Tapi sekarang, dalam penerimaan, ada jalur madrasah yang khusus untuk anak-anak yang berasal dari madrasah ibtidaiyah. Dari jalur ini, kuota penerimaan sebesar 35 persen dari jumlah bangku yang ada. Penerimaan untuk jalur ini juga sudah dilakukan terlebih dahulu, yaitu sekitar bulan Mei.

Jalur yang kedua adalah jalur prestasi. Penerimaan jalur prestasi ini dimaksudkan untuk menampung anak-anak yang memiliki prestasi, baik prestasi akademis maupun di luar akademi.

Prestasi akademis yang dimaksud adalah pernah menjuarai lomba-lomba yang bersifat sains atau sastra. Sedangkan prestasi di luar akademis adalah prestasi dalam bisang kesenian ataupun olahraga.

“Untuk jalur prestasi ini akan diterima sekitar 15 persen dari jumlah bangku yang tersedia,” kata ketua panitia PPDB Mtsn 27 Ahmad Mujibur S.kom.

Jalur yang terakhir adalah jalur reguler. Jalur ini mendapatkan prioritas terbesar yaitu 50 persen dari semua bangku yang tersedia. Tidak seperti penerimaan yang dilakukan di sekolah negeri, PPDB MTsN tidak menggunakan sistem zonasi, tidak menggunakan Nilai Ebtanas Murni (NEM) sebagai dasar penerimaan.

“Semua jalur tetap harus melalui seleksi berkas berupa nilai rapot dari kelas IV sampai kelas VI dan harus mengikuti tes masuk tertulis,” tegas Ahmad.

MTsN 27 Jakarta Barat sendiri, makin banyak peminat. Untuk tahun ini, jumlah peminat yang mendaftar ke sekolah yang berada di Jl Sayur Asem, Joglo Jakarta Barat ini lebih dari seribu pendaftar. Sementara, kuota yang ditetapkan sekitar 150-an siswa/siswi.(Gie)