Serah terima jabatan (Sertijab) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 digelar di gedung DPRD Jatim, Senin (18/02/2019).

 

Sertijab diawali dengan tangan berita acara oleh Gubernur Jatim periode 2014-2019, Soekarwo, dan kemudian diikuti oleh Khofifah Indar Parawansa, selaku Gubernur Jatim periode 2019-2024.

Kemudian tanda tangan juga dilakukan oleh Sumarsono, Dirjen Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), mewakili Mendagri Tjahjo Kumolo.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan tentang tantangan global yang dihadapi Indonesia. Salah satunya adalah munculnya era disrupsi akibat dari revolusi industri 4.0. Menurut Khofifah Jatim tidak bisa hanya menunggu solusi.

“Jatim dituntut menjadi garda terdepan bangsa untuk menemukan solusi konflik menghadapi tantangan global tersebut. Di saat yang sama, Jatim dihadapkan tantangan yang bersifat elementer,” ujar Khofifah.

Tantangan elementer itu menurut Khofifah diantaranya adalah masih signifikannya jumlah penduduk, terutama perempuan yang belum menempuh pendidikan dasar. Dia juga mengatakan, saat ini menjadi signifikan untuk mengoreksi jumlah stunting di Jatim.

“Belum lagi kurangnya prasarana dan sarana di desa, juga kemiskinan yang relatif meningkat terutama di wilayah perdesaan. Teratasinya berbagai permasalahan ini menjadi prasyarat mewujudkan masyarakat berdaya saing,” tambahnya

Khofifah menegaskan, pembangunan di Jatim harus menekankan bahwa tidak ada satupun masyarakat yang tertinggal.

“No one left behind yang mana pembangunan ini harus sejalan dengan sistem pembangunan berkelanjutan (sustainable development goal),” kata Khofifah

Karena itulah, tim navigasi Khofifah-Emil, menurutnya, telah menajamkan 9 nilai Nawa Bhakti Satya dalam membangun Jawa Timur. Sembilan Bhakti yang menurutnya untuk memuliakan masyarakat Jawa Timur.

Dalam acara Sertijab ini Wakil Gubernur periode 2014-2019, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul tidak nampak hadir.

Menanggapi itu, Abdul Halim Iskandar, Ketua DPRD Jatim sempat melontarkan guyonan bahwa Gus Ipul sebelumnya sudah menyanyikan lagu “Wes Wayahe” yang identik dengan Khofifah, serta dibalas oleh Khofifah dengan menyanyikan lagu “Kabeh Sedulur Kabeh Makmur” saat kampanye pilgub tahun lalu. (*)