Kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran pemerintah provinsi Jawa Timur (Jatim) pada hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran mencapai 100%.

Hal ini disampaian Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, sesuai acara Halal Bihalal bersama ASN Pemprov Jatim, Senin (10/06/2019).

Menurut Khofifah, jumlah ASN Pemprov Jatim sebanyak 22.900 orang dan dari jumlah tersebut 718 orang ASN tidak masuk kerja.

Mereka tidak masuk karena cuti sebanyak 201 orang, izin dengan alasan sah sebanyak 55 orang. Kemudian, melaksanakan tugas dinas luar 395 orang, dan ASN yang tugas belajar sebanyak 67 orang.

Oleh karena itu, Khofifah menilai kehadiran ASN di lingkungan Pemprov Jatim pada hari pertama kerja pasca libur Idul Fitri mencapai 100%.

“Kehadiran ASN hari ini 100%, kecuali yang sedang cuti. Alhamdulillah, ini adalah awal kedisiplinan yang baik,” ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan, sejak dua hari lalu, pihaknya bersama wakil gubernur sudah berkoordinasi intens bersama Sekda Provinsi Jawa Timur untuk memastikan kehadiran ASN di hari pertama kerja.

“Kami terus mengingatkan lewat grup WhatsApp di semua OPD (organisasi perangkat daerah). Alhamdulillah tidak ada yang tidak hadir tanpa alasan,” tuturnya.

Sementara itu, di hari pertama masuk kerja usai libur panjang Lebaran, Khofifah mengajak seluruh ASN Pemprov di untuk bersilaturahmi dan halalbihalal.

Khofifah menyebut acara itu bukan sekadar saling maaf-memaafkan, melainkan juga saling menyalurkan energi positif kepasa para ASN dan kepala OPD Pemprov Jawa Timur.

“Dengan saling bersalaman, kita salurkan energi positif. Energi dari saya, Pak Wagub, seluruh OPD. Kami bersalam artinya ada energi yang mengalir,” ungkapnya.

Diharapkan dengan adanya penyaluran energi positif ini, ada sinergitas di antara para ASN. Para ASN juga diharapkan termotivasi untuk meningkarkan dedikasi dalam bekerja.

Sementara Sekda Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono mengatakan, ASN yang tidak hadir di hari pertama masuk kerja usai libur lebaran hanya 0,95%.

“Yang tidak hadir 718 orang dari total 22.900 orang ASN kita. Semua ada izin yang jelas. Sedang yang tidak hadir tanpa alasan tidak ada,” katanya. (*)