Terkait pemadaman listrik yang sering dikeluhkan masyarakat akhir-akhir ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Biak Numfor memanggil pihak PT. PLN untuk mengklarifikasi hal tersebut, Jumat (08/11/2019), Ruang Rapat Gedung DPRD Biak Numfor.

Dalam rapat dengar pendapat DPRD bersama PT. PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Biak terungkap pemadaman lampu bergilir yang sering terjadi karena pasokan listrik dari mesin Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas (PLTMG) Urfu belum beroperasi normal alias masih dalam tahap uji coba serta menunggu legalisasi mesin pembangkit.

“Atas nama PT. PLN Biak, meminta maaf atas ketidaknyamanan masyarakat karena sering mengalami pemadaman bergilir, kami akan berupaya dalam waktu dekat tidak terjadi lagi hal demikian”, Kata Manager Jaringan PLN UP3 Biak Arvy Triyuda.

Arvy Triyuda mengakui pemadaman lampu bergilir yang dilakukan UP3 PLN karena pasokan listrik mesin pembangkit di PLTD Karang Mulia sudah berusia tua dan tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan listrik rumah pelanggan, oleh sebab itu pemadaman bergilir tetap harus dilakukan, kecuali objek-objek vital seperti rumah sakit pemadaman berkisar 10 hingga 15 menit saja.

Untuk itu pihaknya berjanji pada tanggal 27 November 2019 pemadaman listrik tidak lagi dirasakan masyarakat, karena PLTMG Urfu akan segera beroperasi dengan kapasitas 38 Mega Watt, dapat memenuhi kuota pasokan listrik Biak dan Supiori.

DPRD Biak Numfor berharap secepatnya PLTMG Urfu beroperasi sehingga warga masyarakat Biak Numfor tidak lagi mengalami pemadaman bergilir seperti saat ini.