Madrasah Tsanawiyah Negeri 27 Jakarta Barat, menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kamis (1/6/2017).

Upacara berjalan hikmat dan lancar. Upacara dimulai dngan pengibaran bendera pusaka dan pembacaan Sila Pancasila dan naskah UUD 45. 


Dalam wejanganya di depan sekitar 500 murid dan civitas akademika, Kepala Sekolah MTsN 27 mengatak, bahwa sebelumnya di sekolah tersebut tidak pernah mengadakan upacara petingatan hari lahir Pancasila. 

“Namun setelah ini akan selalu diperingati agar anak-anak lebih memahami sejarah bahwa Pancasila dilahirkan oleh para ulama di Indonesia,” katanya. 

Pancasila sendiri sudah ada sebelum masa penjajahan Belanda. Jaman Majapahit, Pancasila sudah ada, saripatinya sama, cuma kemudian oleh para pejuang kemerdekaan dirumuskan kembali menjadi lima dasar negara tersebut. 

Ada banyak versi Pancasila. Termasuk yang termuat di piagam Jakarta, sila pertamanya bahwa setiap orang Islam wajib menjalankan syariat sesuai dengan ajaran Islam. 

Namun kemudian karena ada potensk wilayah-wilayah yang mayoritas non muslim ingin memisahkan diri dari NKRI, maka kalimat tersebut digantk.

“Pada saat itulah Kiai Besar NU, KH Wachid Hasyim menganjurkan untuk mengganti sila pertama dengan Ketuhanan Yang Maha Esa, demi toleransi berbangsa dan bernegara,” jelas Kepala Sekokah yang lulusan IKIP Muhammadiyah Jakarta ini. 

Sejak saat itu, Pancasila sila pertamanya adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Jadi siswa MTSN harus paham isi dari sila-sila Pancasila seklaigus sejarahnya. 

Tetapi juga tetap menjadi generasi Qurani yang hapal dan paham isi Al Quran. Minimal hapal surat-surat pendek, dalam jus Amma. (Gie)