Dinamika politik menjelang Pilkada serentak di Sumbar, dirasakan masih belum memberikan ruang pembelajaran politik pada masyarakat. Perlu keberanian bagi para kandidat untuk menawarkan program yang nyata bagi masyarakat. Problem kemiskinan, lambannya pembangunan, pertumbuhan ekonomi yang stagnan adalah diantara problem yang harus segera ditangani di Kabupaten Solok. 

Maigus Tinus Jambak Manti Batuah S.Sos, pengusaha muda dari Kabupaten Solok mengungkapkan bahwa saat ini, dinamika pilkada masih diwarnai dengan kontestasi adu calon. Belum terasa adanya adu gagasan atau ada program yang nyata untuk menjawab berbagai persoalan mendasar masyarakat Kabupaten Solok.

Maigus, begitu biasa dipanggil, menyampaikan bahwa Pilkada seharusnya menjadi pembelajaran politik melalui tawaran program yang nyata untuk perubahan yang nyata pada masyarakat Kabupaten Solok. Sebab, saat ini masyarakat dihadapkan dengan fakta dengan kondisi seolah masyarakat hanya dijadikan objek kontestasi pilkada atau hanya dijadikan lahan kepentingan memperoleh suara saja.

Dalam kegiatan silaturahmi dengan Poempida Hidayatulloh, ketua umum Orkestra yang juga Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan di kanto BPJSTK, Senin (07/10/2019), Maigus melihat bahwa dinamika pilkada di Kabupaten Solok masih terasa pada kontestasi tokoh.

“Saat ini, yang baru mencuat adalah nama-nama kandidat. Tentu, ini bagus untuk pengenalan,” katanya.

Namun, lebih dari itu, kata Maigus, akan lebih menarik jika sudah muncul tokoh atau kandidat yang lebih berani menyampaikan program-program riil pada masyarakat. “Saya sebagai masyarakat Kabupaten Solok, merasakan bahwa kondisi pembangunan dan perubahan Kabupaten Solok memang perlu terobosan-terobosan yang berani,” katanya.

Maigus, yang saat ini menjadi Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Perhimpunan Keluarga Kabupaten Solok (PKKS) sudah sering turun ke masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial. Maigus mengajak agar dalam kontestasi Pilkada nanti, ada program atau tawaran perubahan yang signifikan.

“Bagaimanapun, kita tahu bahwa kontestasi Pilkada di Kabupaten Solok, penentuan calon akan didominasi oleh keputusan partai pengusung. Sehingga, soal program atau gagasan yang muncul masih didominasi oleh nama-nama yang selama ini dinilai potensial akan diusung oleh parpol,” katanya.

Poempida Hidayatulloh, menyambut baik diskusi dan gagasan yang disampaikan Maigus, Poempida berharap dan mendorong agar kontestasi Pemilukada di Kabupaten Solok menjadi kontestasi bagi siapa saja yang memang memiliki gagasan, program nyata atau tawaran perubahan Kabupaten Solok demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok.

“Artinya, mari kita ramaikan Pilkada di Kabpaten Solok ini dengan gagasan atau tawaran program yang produktif untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Solok. Ini penting untuk menjadikan Pilkada ini sebagai pesta demokrasi yang produktif untuk masyarakat,” kata Maigus.