Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Mahyudidin, mengakui yang berkuasa dalam menentukan kebijakan adalah partai politik, maka dari itu DPD RI harus bersatu dalam membangun strategi demi perkembangan daerah.

“Yang berkuasa itu partai politik, kita harus membuat strategi untuk DPD bisa berkekuatan,” katanya, dalam sambutannya.

Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Silaturahmi dan Focus Group Discussion (FGD) di Ballroom Azalea, Hotel Claro, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/07/2019).

FGD tersebut bertemakan, “Penguatan peran fungsi tugas DPD RI dalam konstelasi kewenangan kelembagaan”.

Menyikapi lemahnya power DPD RI saat ini Mahydin mengingatkan bahwa pilitisi harus pandai bersikap.

“Saya kira semua yang berada disini adalah politisi, kita harus pandai mengolah,” tuturnya.

Mahyuddin, merupakan mantan politisi Partai Golkar, kemungkinan anggota DPD yang terpilih pada tahun 2019-2024 mempunyai pengalaman panjang sebagai politisi.