Himpunan Mahasiswa Islam (MPO) Cabang Palembang Darussalam bekerjasama dengan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah 1 Sumatera Selatan dan Masyarakat Kecamatan Merapi Selatan & Merapi Barat mengadakan kegiatan penghijauan dengan menanam 210 ribu pohon.

Kegiatan itu dilaksanakan di delapan desa yang tersebar di Kecamatan Merapi Selatan dan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Rabu (18/12/2019).

Delapan desa itu adalah Desa Suka Merindu, Desa Tanjung Beringin, Desa Geramat, Desa Lubuk Betung, Desa Perangai yang terletak di Kecamatan Merapi Selatan.

Sedangkan yang di Kecamatan Merapi Barat adalah Desa Lebak Budi, Desa Negeri Agung, dan Desa Ulak Pandan.

Ketua Umum HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam Febri Walanda mengatakan latar belakang kegiatan ini karena maraknya aktivitas pertambangan di Sumsel yang banyak merusak lingkungan.

“Mulai dari masalah amdal sampai kepada masalah deforestasi dan penghijauan ulang kembali lahan bekas tambang yang tak pernah terealisasikan secara maksimal oleh perusahaan-perusahan pertambangan di Sumsel,” kata Febri.

Febri mengungkapkan di Kabupaten Lahat marak aktivitas pertambangan batu bara, yang mana banyak perusahaan abai terhadap kelestarian lingkungan.

“Jangankan untuk kelestarian lingkungan, untuk bantuan CSR kepada masyarakat di wilayah ring 1 pertambangan saja banyak sekali perusahaan tambang di Kabupaten Lahat, khususnya Kecamatan Merapi Selatan dan Merapi barat, yang abai, padahal itu kewajiban mereka selaku perusahan tambang sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku menurut Pasal 74 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas,” ungkap Febri.

Febri menambahkan keberadaan harimau yang berkeliaran dan menyerang penduduk adalah akibat terganggunya habitat hewan tersebut karena ekspansi tambang di wilayah Lahat, Muara Enim, Pagaralam dan sekitarnya.

“Gerakan ini barulah langkah awal, dan kedepan, kita akan lakukan gerakan yang lebih besar lagi bersama masyarakat, stakeholder terkait, kaum cendikiawan dan intelektual untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh perusahan pertambangan,” tegas Febri.

Sementara itu Manager BPTH Wilayah 1, Riza Yanuardie, mengatakan dampak dari eksploitasi tambang di kawasan hutan lindung menyebabkan perubahan fungsi.

Menurut Riza, hutan lindung merupakan hulu daerah aliran sungai (DAS) yang berdampak terhadap pemanfaat air di DAS bagian tengah dan hilir.

“Untuk itu perlu evaluasi IPPKH di kwsn lindung (bukit barisan) di Kabupaten Lahat, Muara Enim dan Pagaralam,” kata Riza.

Kegiatan penanaman pohon yang diadakan oleh HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam mendapat apresiasi dari warga setempat.

“Kami sangat setuju dan mengapresiasi luar biasa HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam yang telah melaksanakan kegiatan ini,” Kata Ketua Forum Kepala Desa se-Kecamatan Merapi Selatan, Sarial Edwin.

Menurut Sarial sudah seharusnya ada gerakan penghijauan dan pelestarian hutan lindung dan hutan konservasi yang sekarang rusak akibat aktivitas tambang di wilayah Merapi Selatan.

Sedangkan Ketua Badan Permusyawartan Desa (BPD) Desa Lubuk Betung, Depta, mengharapkan gerakan ini bisa terus berlanjut dan menjadi langkah awal untuk menyelesaikan masalah lingkungan di Lahat

“Sudah tepat apa yang dilakukan oleh adik-adik HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam ini,” kata Depta. (*)