Rawa Pening, danau alam di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kini tak lagi menarik. Sebab, hampir 50 persen areanya tertutup oleh enceng gondok.

Selain mengurangi keindahan, tumbuhnya enceng gondok itu juga mengganggu kerja nelayan di Rawa Pening.

Hal itu dirasakan oleh Wahadi, warga yang sejak 1959 telah mencari ikan di Rawa Pening.

Menurut ceritanya, tertutupnya Rawa Pening oleh enceng gondok menjadikan pendapatannya berkurang. Keberadaan enceng gondok membuat area mencari ikan semakin sempit.

“Saya dari tahun 1959 sudah jadi nelayan, dulu hasilnya banyak namun sekarang sudah tidak seberapa karena lahannya telah tertutupi enceng gondok”, ujarnya.

Permasalahan danau alam yang terletak di wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru sebenarnya sudah ditangani oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak 2017 dengan memberikan bantuan berupa alat berat.

Namun, alat berat yang didatangkan dari Italia dan Jerman itu tidak cukup mampu membersihkan enceng gondok.

Permasalahan utama dari penanganan enceng gondok ini adalah tidak dilibatkannya warga oleh pemerintah. Padahal, warga yang lebih mengerti tentang penanganan enceng gondok.

Penanganan enceng gondok oleh PUPR tidak berbasis pemetaan. Misalnya tidak menggunakan perhitungan yang jelas tentang target penanganan enceng gondok yang harus dilakukan berdasarkan luas rawa yang tertutup enceng gondok.

Meskipun tiap hari sudah dibersihkan dan diangkut menggunakan alat berat, tetapi pertumbuhan enceng gondok lebih cepat sehingga keberadaan enceng gondok menjadi tidak terkendali.

Warga sekitar Rawa Pening sebenarnya sudah sering mengadukan masalah ini kepada pemerintah terkait, namun hingga kini belum ada pemecahannya.

Sebagian warga berinisiatif membuat video-video untuk menarik simpati masyarakat luas, tetapi hingga kini belum juga membuahkan hasil.

Dan sekarang, banyak warga di sekitar Rawa Pening mengadu ke mahasiswa yang sedang mengadakan kegiatan penelitian di Rawa Pening. Mereka berharap ada tindakan pemecahannya. (Kontributor: Amalia Ardiani)