Stan berwarna merah bertuliskan Samsat CAPER yang ada di Ballroom Merapi PRPP, mampu menarik perhatian pengunjung. Warna stan yang mencolok dan tajuk yang diambil CAPER, memang membuat masyarakat serasa diundang untuk mampir di stan itu.

Tak langsung membayar pajak memang karena baru buka di hari pertama pada Pembukaan Jateng Fair, Jumat (28/06/2019).

Tapi mereka rata-rata mampir karena ingin bertanya. Seperti yang dituturkan Arif, warga Semarang. Sebenarnya dia hanya berjalan-jalan ke Jateng Fair. Namun begitu melihat stan Samsat CAPER, dia ingin mengetahui berapa besaran pajak motor yang harus dia bayar. Hanya menunggu tak lebih dari lima menit, petugas sudah bisa memberikan jawaban.

“Pajak motor yang mesti saya bayar, kata petugas Rp300.000. Ini memudahkan. Saya senang karena membayar pajak motor mudah. One stop service lah istilahnya sekarang,” tutur dia

Petugas Samsat CAPER dari Polda Jateng, Rudi Winarno menuturkan, sejak buka pukul 18.00 WIB, cukup banyak masyarakat yang berkunjung.

Mereka tak hanya bertanya soal pajak kendaraan bermotor, tapi juga pengurusan SIM dan STNK. Beberapa masyarakat, bahkan ada yang langsung membayar pajak kendaraan bermotor.

Kesempatan itu, imbuh dia, juga sekaligus dimanfaatkan untuk mensosialisasikan aplikasi sakpole (Sistem Administrasi Kendaraan Pajak Online).

Untuk memudahkan membayar pajak kendaraan bermotor, masyarakat dianjurkan mengunduh aplikasi tersebut.

Keuntungan menggunakan aplikasi Sakpole antara lain adalah, menghindarkan wajib pajak dari praktik percaloan, tidak perlu antre di Samsat, pembayaran bisa dilakukan di 50 ribu layanan elektronik perbankan, dan wajib pajak terhindar dari keterlambatan.

Berbagai upaya, kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP, terus dilakukan untuk menggenjot pendapatan asli daerah. Termasuk hadirnya stan SAMSAT CAPER yang kepanjangannya Cashless Asik PRPP.

“Tadi saya mengecek langsung, sudah cukup banyak masyarakat yang bertanya-tanya. Ini upaya mendekatkan masyarakat dengan layanan pembayaran kendaraan bermotor. Tak hanya stan nya yang mudah dijumpai, Pemprov juga terus mempermudah cara pembayarannys. Kita genjot terus” kata dia.

Tahun ini, tambahnya, pendapatan asli daerah ditargetkan bisa mencapai angka Rp 13,973 triliun. Melalui berbagai upaya, sekda berharap, angka itu akan tercapai.