Khofifah menyampaikan tiga pesan penting kepada masyarakat Jatim, yaitu bagaimana menyikapai keresahan karena isu yang menyebabkan perpecahan, menghadapi ancaman kekeringan jelang kemarau, masyarakat agar tenang menghadapi masalah.

Demkian pesan Khofifah kepada masyarakat di sela-sela kegiatan silaturahi di Pondok Pesantren Segoro Agung, Mojokerto, Jumat (12/07/2019).

Khofifah berpesan untuk dakwah melalui IT (ilmu teknologi). Hal ini disebabkan oleh keresahan atas banyak beredarnya isu kebencian yang menyebabkan perpecahan. Kekurangpahaman masyarakat akan sebuah informasi dan tidak mau memfilter informasi tersebut, kata dia, mengakibatkan banyak beredar berita hoax.

Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak resah akan datangnya musim kemarau. “Di beberapa wilayah sudah terjadi kemarau yang berujung pada kekeringan serta sulitnya mendapatkan air bersih. Maka dari itu diharapkan untuk kita semua untuk menjaga kondisi alam dengan go green (tanam satu pohon di halaman rumah kita). Jika kita merawat bumi kita maka bumi akan menyayangi kita,” ujarnya.

Pesan terakhir dari ibu Khofifah Indar parawansa untuk bersikap tenang dalam menghadapi masalah. “Tenang untuk tidak selalu mencurahkan suatu masalah sebelum memahami masalah tersebut. Hal ini dapat berdampak positif pada kita semua. Di antaranya mengurangi kericuhan dan keruwetan selama ini. Harus ada filter dengan tabayyun atau mengkalrifikasi kebenaran informasi agar memberikan ketenangan pada kita semua,” pungkasnya.

Dalam kegaitan di Ponpes Segoro Agung, Khofifah Indar Parawansa, membagikan bingkisan sebanyak 3.000 bingkisan sembako. Kegiatan berbagi bersama anak yatim piatu, jompo, dan dhuafa itu juga didampingi Plt Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, dan Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyanto.

Acara di awali dengan pembacaan ayat suci Alquran, dilanjutkan tausiyah dan sambutan gubernur.

Acara diakhiri dengan pembagian sembako secara simbolis pada 12 anak yatim mewakil beberapa desa di Kec Trowulan. Tak hanya sembako, Khofifah juga memberikan santunan pada anak yatim piatu. Sementara warga jompo serta dhuafa secara bergiliran juga menerima paket sembako dan nasi kotak.

Kebahagian warga Mojokerto atas kedatangan Gubernur Jawa Timur itu tampak dari wajah yang sumringah. Mereka menunggu sejak pagi hingga siang. Gubernur pun tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB. Masyarakat menyambut kedatangan Khofifah dengan pembacaan Shalawat Burdah. Suasana pun berlangsung dengan khidmat.

Gubernur Khofifah menjelaskan, acara santunan anak yatim di Ponpes Segoro Agung sudah berlangsung selama kurang lebih empat tahun. Hal itu dilakukan berdasarkan tradisi masyarakat setempat. Ribuan paket sembako yang dibagikan berisi beras, gula, teh, minyak goreng, dan mie instan.