Pengembangan sarana prasarana (sapras) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus dilakukan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag. Tahun 2020, sudah dialokasikan lebih Rp.399 miliar untuk membangun delapan PTKIN melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim GP pada acara Koordinasi Persiapan Proyek SBSN, di Pekalongan.

Menurutnya, ada delapan PTKIN yang diberi amanah SBSN 2020, yaitu: UIN Imam Bonjol Padang (Rp. 70.223.603.792), UIN STS Jambi (Rp. 94.058.383.463), UIN Raden Intan Lampung (Rp. 51.396.880.432), UIN SMH Banten (Rp. 60.149.431.925), UIN Antasari Banjarmasin (Rp. 60.433.154.375), UIN Sunan Ampel Surabaya (Rp. 63.612.130.113). Selain itu, IAIN Pekalongan (Rp40.481.279.000) dan IAIN Palu (Rp45.000.000.000).

“Sehingga total anggaran SBSN 2020 senilai Rp. 399.873.584.100,” tutur Arskal Salim di Pekalongan, Kamis (21/11).

Arskal menegaskan, pihaknya bertekad melakukan perbaikan tata kelola Proyek SBSN 2020. Karenanya, diperlukan kerja keras dan komitmen tinggi serta berorientasi pada mutu.

“Pekerjaan SBSN mengalami tantangan yang tidak sedikit, karenaya para pengelola harus bonafid dan berorientasi pada kualitas,” tegas Guru Besar UIN Jakarta ini.

“Rakyat jangan dikecewakan hanya karena kita kurang profesional dalam mengelola SBSN apalagi kita didampingi oleh Kementerian Keuangan dan Bappenas,” sambungnya.

Rektor IAIN Pekalongan Ade Dedi Rohayana selaku tuan rumah menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada Kementerian Agama, Bappenas dan Kemenkeu yang telah memberikan amanah SBSN di kampusnya. “Melalui SBSN kami telah membangun 2 Gedung Fakultas di kampus 2 yang tidak terkena bencana banjir,” tuturnya.

Medio 2015-2019 Kementerian Agama telah membangun sarana dan prasarana PTKIN senilai Rp4,801triliun dengan skema pembiayaan Surat SBSN. Selain ruang kelas pembelajaran, sarpras yang dibangun berupa gedung serbaguna, perpustakaan, laboratorium, dan student center.

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori menambahkan, Koordinasi Persiapan SBSN 2020 dimaksudkan untuk melakukan langkah-langkah persiapan agar pelaksanaan SBSN 2020 berjalan dengan baik, profesional dan berorientasi pada kualitas.

Kegiatan ini diikuti perwakilan 8 PTKIN, terdiri atas Wakil Rektor II, Pejabat Pembuat Komitmen, Pokja, dan Tim Teknis SBSN di masing-masing PTKIN.  Turut hadir sejumlah pejabat IAIN Pekalongan, Wakil Rektor I Muhisin, Wakil Rektor II Zainal Mustaqim, Wakil Rektor III Muslih, Direktur Pascasarjana Makrum dan para Dekan.