Europian Investment Bank (EIB) akan hentikan pendanaan energi dari bahan bakar fosil pada 2020.

EIB merupakan kepanjangan tangan dari negara negara Uni Eropa untuk investasi.
Dalam wawancaranya dengan Reuters, Wakil Presiden EIB mengatakan bank sudah berkomitmen untuk mendukung pengembangan energi terbarukan. Sehingga investasi di energi fosil termasuk gas tradisional akan dihapus.

“Ini adalah langkah pertama yang penting, (dan) ini bukan langkah terakhir,” kata McDowell, sebagaimana dilansir dari Reuters, Jumat (15/11/2019).

Di bawah kebijakan ini, EIB akan memberikan pendanaan pada proyek yang mampu menghasilkan satu kilowatt jam energi dengan mengeluarkan kurang dari 250 gram karbon dioksida. Hal ini otomatis mencoret pembangkit listrik tenaga diesel atau batu bara dari proyek yang dibiayai.

Proyek gas masih memungkinkan. Tetapi harus didasarkan pada “teknologi baru,” seperti penangkapan dan penyimpanan karbon, menggabungkan panas dan pembangkit listrik, atau mencampurkan gas yang dapat diperbarui dengan gas alam fosil.

Organisasi lingkungan merayakan keputusan EIB. Tetapi kecewa pada waktu pemberlakuan keputusan ini.

Larangan pendanaan ini seharusnya dilakukan 2020. Namun pemberlakuannya di 2022 dianggap setahun lebih lambat dari putusan yang semula dibuat.

“Selamat kepada Bank Investasi Eropa dan negara-negara yang berjuang keras dalam membantu global benchmark hari ini,” kata ekonom WWF Uni Eropa Sebastien Godinot.

Keputusan EIB diambil setelah menteri keuangan Uni Eropa dengan suara bulat mendukung penghentian pendanaan proyek gas, minyak dan batu bara untuk membantu memerangi perubahan iklim. Keputusan mengenai pendanaan bahan bakar fosil sudah direncanakan sejak bulan lalu, tetapi ditunda karena perpecahan di dalam blok tersebut.

Negara-negara Eropa berselisih soal gas. Di mana beberapa menginginkan pendanaan gas terus berlanjut.