Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai menolak seorang wanita muda asal Maroko berinisial LAH masuk ke Indonesia, pada Kamis 15 Desember 2016. 

Perempuan tersebut ditolak masuk karena tidak mempunyai tujuan dan kegiatan yang  jelas di Indonesia dan tidak memiliki reservasi penginapan di Bali.

“Iya sudah ditolak seorang WN Maroko yang datang dengan pesawat Qatar Airways QR962 pada pukul 18.20 WITA,” ujar Kabag Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Heru Santoso AY, Sabtu (17/12/2016).

LAH datang ke Bali dengan pesawat Qatar Airways QR962. Pada saat diwawancara oleh petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi, dia tidak bisa menjelaskan alamat tinggal selama di Bali.

“Menurut keterangan, dia memiliki teman di Bali, namun ketika teman yang dimaksud di hubungi ternyata temannya tersebut tinggal di Jakarta,” kata Heru.

Tak hanya itu, keterangan yang diberikan LAH selama diperiksa oleh petugas juga terkesan berbelit-belit.

“Oleh karena itu dapat disimpulkan ia datang ke bali tidak mempunyai tujuan yang jelas dan memberikan keterangan yang tidak benar kepada petugas,” pungkas Heru.

Ini merupan kesekian kalinya dalam beberapa pekan terakhir petugas imigrasi menolak masuk perempuan Warga Negara Maroko.

Diduga, selama di Indonesia sejumlah perempuan Maroko tersebut terlibat dalam jaringan prostitusi yang tersebar di tanah air. Khususnya di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.