Pondok Pesantren Modern Al Fatimah, Bojonegoro, Jawa Timur, bukan saja dikenal dengan mumpuni dengan kajian dan pengajaran agama. Lebih dari itu, pondok yang diasuh oleh KH Tamam Syaifuddin ini juga dikenal sering melakukan terobosan-terobosan positif dalam dunia pendidikan.

Sabtu (09/02/2019), Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro, mendapatkan kunjungan silaturahmi dengan Prof Dingchong atau dikenal juga dengan nama Jimmy Alimin. Prof Dingchong adalah guru besar di Hubay Medichine University Of China.

Prof Dingcong bersilaturahmi ke Ponsep Al Fatimah bersama CNY Study Jakarta. Selain silaturahmi, kunjungan itu juga bagian dari rangkaian kerjasama studi lanjut ke luar negeri bagi santri dan pelajar di Ponpes Al Fatimah.

“Alhamdulillah, silaturahmi dan rencana kerjasama berjalan lancar dan sukses,” kata KH Tamam Syaifuddin.

Acara sillaturrahmi ini mendapat respon sangat bagus dari ratusan siswi SMA Plus Al Fatimah. Selain itu, hadir juga siswa/siswi SMA dari berbagai sekolah di wilayah Bojonegoro, Tuban dan sekitarnya.

“Mereka bersemangat ingin study lanjut di luar negeri. Apalagi, saat ini sudah ada dua santri Al Fatimah yang sudah studi lanjut di sana dengan beasiswa penuh hingga lulus S-1 di China. Mereka juga sempat live langsung dengan adik-adiknya di sini. Nadanya sangat bersemangat,” kata KH Tamam.

Heny, salah satu santriwati yang mendapatkan beasiswa di China, menyampaikan kesan dan pesannya. Bahwa, kuliah di luar negeri itu intinya menyenangkan. “Alhamdulillah, ini semua berkat bimbingan Pak Kiyai Tamam Syaifuddin, pengasuh ponpes modern Al Fatimah,” kata Heny.

Selain itu, Heny juga mengajak teman-temannya yang ingin kuliah mandiri di luar negeri. “Tidak mahal, cukup 50 juta selama 4 tahun. Sudah termasuk uang kuliah dan asrama,” ceritanya.

“Alhamdulillah, kita bersukur dan bangga dengan para alumni Al Fatimah yang diterima di luar negeri. Semoga memperoleh ilmu yang manfaat dan barokah. Amin,” kata sekretaris yayasan Al Fatimah, Gus Ansachul Balaya..

Ditambahkan, Insya Alloh pada tahun 2019 ini, akan lebih banyak lagi alumni Al Fatimah yang akan diterima kuliah di China. “Saat ini sedang kami lakukan proses seleksi,” kata pengasuh ponpes Al Fatimah, yang juga Ketua STEBIA Al Rosyid Bojonegoro.(*)