Amerika Serikat menegaskan akan mencabut Gerakan Pemberontakan Houthi di Yaman dari daftar hitam terorisme. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi krisis kemanusiaan di negara itu. Demikian seperti dilansir Rfi.fr dalam lamannya (06/02/2021)

Perubahan kebijakan ini terjadi sehari setelah Biden mengumumkan diakhirinya dukungan AS untuk operasi penyerangan yang dipimpin Saudi di Yaman.

Sebelumnya, gerakan pemberontakan Houthi  dimasukkan ke dalam daftar hitam teroris oleh Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada 19 Januari, sehari sebelum Presiden Joe Biden menjabat. Kebijakan ini menuai kritik tajam dari berbagai belahan dunia.

Namun menurut juru bicara Departemen Luar Negeri  pembalikan keputusan ini sebenarnya tidak akan mengubah cara pandang AS terhadap Houthi dan aksi penyerangan mereka terhadap warga sipil.

“Tindakan kami sepenuhnya berdasarkan pada konsekuensi kemanusiaan dan sebagai akibatnya, kebijakan  pada menit-menit terakhir pemerintahan sebelumnya akan ditinjau ulang,” demikian kata juru bicara seperti yang dilansir Rfi.fr.

Perang enam tahun Yaman telah menewaskan puluhan ribu orang yang PBB sebut sebagai bencana kemanusiaan terburuk di dunia. Gerakan bantuan kemanusiaan mengatakan mereka dipaksa untuk berurusan dengan Houthi, pemerintah de facto Yaman, dalam upaya membantu mengatasi kelaparan yang terjadi di negara ini.

Karena itu,  kebijakan dikategorikannya sayap pemberontak ini sebagai teroris telah menempatkan mereka menjadi target pemberantasan terorisme oleh AS. Upaya ini tentu menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan ke lokasi-lokasi warga yang terkena dampak perang ini.

Translator: Abdul Aziz

Sumber: https://www.rfi.fr/en/international/20210206-us-to-take-houthis-off-terror-blacklist-in-effort-to-ease-yemen-s-famine-joe-biden-saudi-arabia-ngos-humanitarian-disaster