Terjadi ketegangan, pengepungan dan perlawan saat anggota Polsek Kramatjati, Polrestro Jakarta Timur (Jaktim) melakukan penggerebekan sebuah pangkalan derek liar.

Tegang karena si pemilik derek liar bersikap kasar menolak mengeluarkan mobil yang telah didereknya karena pengendara harus membayar dahulu sebesar Rp1,5 Juta.

YE (43) juga melakukan perlawananan dengan mengajak berkelahi orang mengaku pemilik mobil yang telah menggunakan jasa dereknya.

Orang yang mengaku pemilik mobil akhirnya memberi uang sebesar Rp1 Juta sesuai negosiasi. Saat YE menghitung uang, anggota Polsek Kramatjati melakukan penggerebekan.

Meski sudah dikepung, YE  terus melawan. Dan rekan-rekannya coba menghakimi anggota.  Tembakan peringatan pun akhirnya diletuskan ke udara. Mereka kocar-kacir.

Ternyata orang yang mengaku pemilik mobil yang menggunakan jasa derek YE adalah Kapolsek Kramatjati, Kompol Supoyo.

Kompol Supoyo sengaja menyamar sebagai pemilik mobil untuk membongkar sindikat derek liar yang biasa memeras pengendara di jalan.

Kompol Supoyo mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal dari adanya laporan pengendara yang mobilnya diderek komplotan tersebut. Mobil dibawa ke pangkalan mereka di Jalan Mayjen Sutoyo.

“Di pangkalan itu, korban atas nama Supriyanto, diminta membayar Rp1,5 juta untuk mengeluarkan mobilnya. Namun si pemilik mobil malah melapor ke kami,”kata Kompol Supoyo, Kamis (15-12-2016).

Dan Rabu (14-12-2016) malam, Kompol Supoyo mendatangi pangkalan derek liar.

“Kami hanya dapat menangkap satu pelaku, sisanya melarikan diri dan kini masih terus kami buru. Dari pangkalan itu, kami juga menyita empat unit mobil derek,”ungkap Kompol Supoyo.

Kompol Supoyo menerangkan, komplotan derek liar YE cs yang berjumlah empat orang memiliki peran berbeda. Ada yang bertugas memutus kabel, yang langsung menderek, negosiasi dan ada yang menakut-nakuti korban.

” Pelaku akan dijerat dengan apasal 368 KUHP tentang pemerasan. Ancaman hukumannya di atas 5 lima tahun,”kata Kompol Supoyo.