Bank sampah di kota Bandung terus berinovasi. Agar Program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan sampah) semakin masif. Salah satunya yang dilakukan oleh Bank Sampah RW 04, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Bandung.

Bank sampah ini berkolaborasi dengan warung sembako agar dapat meningkatkan minat warga menjadi nasabah. Tujuannya, agar warga semakin membudayakan Kang Pisman.

Menurut Pengelola Bank Sampah, Sudeni (43), setiap nasabah dapat mengumpulkan sampah anorganik. Setiap sampah yang terkumpul akan tercatat dan dapat dikonversi menjadi uang. Setiap sampah anorganik dihargai Rp2.500 per kilogram.

Dari saldo yang terkumpul, nasabah bisa langsung membelanjakannya di warung sembako yang telah bekerja sama dengan bank sampah.

Tak hanya itu, nasabah juga bisa belanja meski saldonya belum mencukupi. Namun nasabah memiliki kewajiban untuk menyetorkan sampah senilai kebutuhan yang diambil di warung sembako.

“Misalnya kita butuh beras, 1 kilogram beras itu harganya Rp12.500, namun saldo nasabah belum mencukupi. Tidak masalah, berasnya ambil, nanti kurangnya bisa diberikan sampai batas waktu yang sudah ditentukan,” jelasnya kepada Humas Setda Kota Bandung.

Sudeni mengungkapkan, selama satu tahun berjalan, Bank Sampah RW RW 04, kelurahan Nyengseret Kecamatan Astanaanyar telah memiliki 80 nasabah. Para nasabahnya didominasi oleh kaum ibu.

“Setiap hari, di sela-sela kesibukannya, mereka mengumpulkan sampah plastik seperti bekas botol meminum, kardus ataupun sampah plastik lainnya,” katanya.

Sementara itu, pemilik warung sembako, Rosalina mengaku menyediakan sembako berupa beras, terigu, minyak sayur, telur dan bahan lainnya sebagai kebutuhan sehari – hari rumah tangga.

“Kita ajak masyarakat untuk membudayakan apik memilah sampah. Ya hasilnya seperti ini, bisa menjadi sembako,” tutur Rosalina.

Ia juga telah memiliki kerja sama dengan pengepul sampah. Setiap 2 Minggu, pengepul mengambil sampah yang terkumpul.

“Kita sudah minta pengepul untuk rutin mengangkat barang sesuai jadwal,” imbuhnya.

Sementara itu, pelanggan warung sembako, Agustina merasa terbantu dengan adanya warung tersebut.

“Terbantu ya, ketika kebutuhan mendadak hadirnya warung sembako bisa membantu,”tuturnya.

Sedangkan Sekretaris Kelurahan Nyengseret, Tirta Gumelar mengatakan, aparat kewilayahan terus menggaungkan program Kang Pisman agar lebih masif.

“Kita Intinya rangkul masyarakat, apa yang mereka butuhkan kita coba untuk diimplementasikan dengan syarat kebersamaan,” katanya.