Dipimpin Menko Luhut, Tiga Menteri Jokowi Ikuti Pertemuan di Davos

  • Share

Tiga menteri dan satu menteri koordinator dari Indonesia, mengikuti pertemuan tahunan di Davos Swiss. Ini adalah pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia 2019. Lenih 3.000 undangan akan hadir, termasuk Bill Gates, George Soros, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, CEO Goldman Sachs yang baru David Solomon, dan Ray Dalio Founder Bridgewater dan nama-nama besar tokoh ekonomi dunia.

Menko Luhut B Panjaitan tiba di Swiss pada Selasa (22/01/2019). Menurut Biro Informasi dan Hukum Kemenko Bidang Kemaritiman, Menko Luhut diagendakan menghadiri serangkaian acara Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia 2019/World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2019.

“Mereka, WEF, datang ke kantor meminta saya untuk bicara,” ujar Menko Luhut yang hadir di Swiss dalam rangka memenuhi undangan panitia WEF.

Menko Luhut datang bersama 3 menteri lain dari Indonesia yang juga diundang, yaitu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menkominfo Rudiantara, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Menko Luhut juga membawa misi khusus dalam kunjungannya kali ini. “Saya jelasin masalah ekonomi, sekarang gimana posisi Indonesia. Yang kedua masalah sampah laut ini sebagai serious matter sekarang. Melasin lagi apa yang kita kerjain, seperti penanganan Citarum dan sampah di laut kita yang banyak. Nanti orang juga nanya politik Indonesia,” kata yang telah mempersiapkan diri menjelaskan tiga topik terkait ekonomi Indonesia, sampah laut, dan politik.

Menurut Menko Luhut, kini yang paling penting adalah mengenalkan Indonesia secara utuh. Dia berharap kehadirannya dapat membantu mengangkat reputasi Indonesia di mata dunia.

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup positif, Menko Luhut menilai nampak sekali terjadi perubahan-perubahan sehingga Indonesia mulai banyak dikenal.

“Apalagi setelah penyelenggaraan Asian Games yang hebat dan suksesnya Pertemuan Tahunan IMF-WBG kemarin di Bali, karena begitu banyak yang hadir 189 negara dan badan-badan dunia, mereka mengapresiasi penyelenggaraannya hebat. Lalu penanganan bencana di Palu dan Lombok yang semua tertangani secara baik. Harus diterusin supaya jangan lupa orang itu,” ungkap Menko Luhut.

Disampaikan oleh Menko Luhut bahwa kunjungan ke Swiss ini juga bagian dari efisiensi. “Sangat efisien. Karena kalau nggak, kita musti pergi ke negara ini, lalu ke negara itu, lalu ke negara lain lagi,” terang Menko Luhut yang puas dengan cukup hadir di Swiss tapi dapat bertemu dengan berbagai pihak yang  berasal dari negara-negara lain.

Di hari pertama kedatangannya, Selasa (22/01/2019), Menko Luhut menghadiri High Level Dialogue on Zero Budget Natural Farming (Dialog Tingkat Tinggi Mengenai Pertanian Berbudget Minim). Kemudian menjadi pembicara pada sesi _Environmental Action Through Trade, pertemuan dengan Cedrik Neike, Anggota Dewan Direksi Siemens AG, mengunjungi Indonesia Pavilion, bertemu Morten Baek selaku Menteri Energi dan Iklim Denmark, pertemuan Multilateral dengan Presiden WEF Borge Brende dan menjadi pembicara dalam Dialog Tingkat Pejabat Tinggi mengenai persatuan dalam keberagaman.

“Permintaan itu banyak sekali karena Indonesia mulai populer,” tutupnya sambil menyatakan bahwa semua agenda di atas merupakan permintaan dari berbagai pihak.

Sekilas Tentang WEF

Pertemuan Davos yang rutin diselenggarakan oleh WEF adalah salah satu forum terpenting yang membahas masalah-masalah ekonomi. WEF dilandaskan pada ide bahwa dunia memerlukan kerjasama yang lebih erat antara sektor swasta dan pemerintahan untuk menemukan cara terbaik dalam menjawab tantangan global.

Lebih dari 3.000 peserta dari kalangan pemerintahan, ekonom, pelaku bisnis, pelaku seni, budaya dan media berkumpul di kota pegunungan, Davos, di Swiss.

Bill Gates, George Soros, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, CEO Goldman Sachs yang baru David Solomon, dan Ray Dalio Founder Bridgewater adalah contoh nama-nama besar yang dikabarkan hadir tahun 2019 ini.(*)

  • Share