Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) meminta pelaksanaan shalat Idul Adha di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dilaksanakan di rumah saja.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Agama No. 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di tempat Ibadah, Malam Takbiran, shalat Iduladha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

SE tersebut diterbitkan dalam rangka menjaga maupun melindungi masyarakat dari paparan Covid-19, yang beberapa waktu belakangan ini mengalami lonjakan tinggi.

Berikut tata cara pelaksanaan Shalat Idul Adha di rumah:

1. Membaca niat;

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى


Bacaan latin: Ushallii sunnatan liidil adha rok’ataini (makmuman / imaaman) lillahi ta’alaa.

2. Takbiratul ihram. Membaca Allahu Akbar;

3. Membaca doa iftitah;

4. Membaca takbir sebanyak tujuh kali dan di sela-sela takbir membaca tasbih;

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Bacaan latin: Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar


5. Membaca Surat Al-fatihah;

6. Membaca surat pendek dalam alquran. Dianjurkan membaca Surat Al-A’la;

7. Ruku;

8. I’tidal;

9. Sujud;

10. Duduk di antara dua sujud;

11. Sujud yang kedua;

12. Bangkit dari sujud mengucapkan Allahu Akbar;

13. Membaca takbir 5 kali dan di sela-sela takbir membaca tasbih seperti di rakaat pertama;

14. Membaca Surat Al-Fatihah;

15. Membaca surat pendek dalam alquran. Dianjurkan membaca Surah al-Ghâsyiyah;

16. Ruku’;

17. I’tidal;

18. Sujud;

19. Duduk di antara dua sujud;

20. Sujud yang kedua;

21. Duduk tasyahud akhir;

22. Salam.

Apabila shalat Idul Adha itu dilaksanakan secara berjamaah, maka setelah salam dilanjutkan dengan khotbah.