kliksaja.co – Kementerian Kebudayaan Arab Saudi menyelenggarakan sebuah lokakarya dan pertemuan koordinasi untuk mendaftarkan kaligrafi Arab dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Riyadh, Senin (03/02/2020).

Enam belas Negara Arab berpartisipasi dalam pertemuan lima hari dalam kemitraan dengan Organisasi Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Liga Arab (ALECSO). Langkah ini akan memperkuat kehadiran kaligrafi Arab di forum dan konferensi lokal dan internasional.

Baca Juga : Masjid Pertama di Ljubljana Diresmikan, Muslim Slovenia Bahagia

Di lansir dari Arab News, Selasa (04/02/20), Kementerian Kebudayaan Arab Saudi menugaskan Masyarakat Pelestarian Warisan Budaya Saudi (SHPS) pengelolaan hal ini bekerja sama dengan Komite Nasional Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Saudi untuk menyerahkannya secara penuh kepada UNESCO pada bulan Maret.

Abdul Gani, pelukis kaligrafi, (ANTARA FOTO)

Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Saudi, Hattan bin Mounir bin Samman, mengatakan bahwa kaligrafi Arab memiliki nilai yang luar biasa karena sejarahnya yang panjang dan keunikannya sebagai salah satu aspek terkaya identitas budaya Arab dan Islam.

“Kaligrafi Arab telah dan akan terus menjadi fokus dan semangat para ahli, pemangku kepentingan dan mereka yang terlibat dalam urusan budaya, pendidikan dan sains, yang tertarik pada warisan manusia dan budaya,” katanya.

Baca Juga : Mahfud MD: Pemerintah Jamin Evakuasi WNI dari Wuhan Tidak Bahayakan Warga Natuna

Abdulrahman Al-Eidan, direktur jenderal SHPS, mengatakan bahwa seni kaligrafi Arab adalah “kapal pengetahuan” penting yang berisi budaya Arab dan berkontribusi untuk mewariskannya dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Al-Eidan mengatakan bahwa mendaftarkan kaligrafi Arab ke UNESCO melengkapi pengumuman menteri kebudayaan bahwa 2020 adalah tahunnya kaligrafi Arab.(*)

Baca Juga :

Ilmuwan Institute of Virology : Virus Corona Secara Genetika Berasal dari Kalelawar

OKI : perdamaian dan keamanan di Palestina tidak akan tercapai tanpa persetujuan semua pihak, termasuk warga Palestina.