Kementerian Perhubungan mensinyalir adanya beberapa titik yang dianggap rawan selama arus mudik lebaran 2017.

Sesuai data yang diperoleh, ia mengatakan ada 6 titik rawan yang sudah ditetapkan menjadi daerah yang menjadi perhatian Kemenhub selama masa angkutan lebaran tahun ini.

“Ada enam titik rawan yang harus kita awasi yaitu Bandara Soekarno Hatta, Merak, Stasiun Senen, Brebes Exit (Brexit), Pelabuhan Batam dan Pelabuhan di Balikpapan,” terang Menhub Budi Karya Sumadi di sela pertemuannya dengan Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara III DPR RI, Selasa (04/04/2017), seraya menyampaikan pihaknya sudah mempersiapkan Rencana Operasi Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2017/1438 H.

Baca Juga:

Kereta Bandara Soetta Ditargetkan Sudah Beroperasi Pertengahan Tahun Ini

Tahun Ini, Jalan Tol Jakarta-Semarang Bisa Dilewati Pemudik Lebaran

Perbaikan Jembatan Cisomang Tol Purbaleunyi Selesai Akhir Maret 2017

Selain 6 titik rawan, Kemenhub juga mencatat adanya 9 titik kemacetan di jalan tol yakni Tangerang-Merak, Jakarta-Tangerang, Jakarta-Cikampek, Cikampek-Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Cileunyi dan Jagorawi.

Dari sekian banyak titik yang menjadi perhatian adalah Brexit karena tahun lalu kepadatan terjadi di arus tol tersebut.

“Kita siapkan 2 konsep lalu lintas di Brexit untuk mencegah kejadian seperti tahun lalu yaitu pertama kita fungsikan jalan tersebut sesuai proporsinya karena pada dasarnya ada ruas jalan lain yang bisa dilewati selain jalan tol yakni jalur utara dan jalur selatan. Kedua dengan membatasi jumlah kendaraan yang masuk dan keluar. Contohnya jika antrian di Brexit melampaui 2 km maka gerbang sebelumnya akan ditutup, begitu seterusnya sampai di Jakarta. Konsep ini sudah kita ujicoba 2 kali pada Idul Adha dan Tahun Baru kemarin. Kita juga akan lihat, apakah tol Brebes – Semarang sudah bisa difungsikan pada saat angkutan lebaran nanti,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan, jumlah sarana yang disiapkan transportasi darat untuk angkutan lebaran Tahun 2017 sebanyak 48.790 Bus yang terdiri dari AKAP, AKDP dan Pariwisata. Jumlah ini naik sebesar 2.312 Bus dari tahun sebelumnya. Untuk prasarana, total jumlah terminal yaitu 48 yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Kalimantan.

Sementara untuk angkutan ASDP, kapal ro-ro yang disiapkan sebanyak 195 kapal dengan 7 lintas yaitu Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Bajoe-Kolaka, Tanjung Api-Api-Tanjung Kelian, Kayangan-Pototano, dan Kariangau-Penajam.

Di sektor perhubungan laut disiapkan 1.278 kapal dengan rincian 26 kapal Pelni, 28 kapal ro-ro swasta, 74 kapal swasta, dan 1.049 kapal swasta jarak dekat dengan 52 Pelabuhan yang akan dipantau di Indonesia.

Sedangkan untuk sektor perhubungan udara, jumlah sarana yang disiapkan sebanyak 526 pesawat dari 14 airlines dan 35 Bandara yang dipantau di Indonesia. Untuk peningkatan pelayanan, Menhub berharap adanya penambahan 100-200 penerbangan.

“Kita mengharapkan adanya penambahan flight pada angkutan udara terutama pada rute-rute padat misalnya Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Denpasar,” ungkap Budi Karya.

Sementara untuk sektor perkeretaapian, jumlah rangkaian kereta seluruhnya 1.694 dengan rincian kereta siap operasi sebanyak 1.565 dan 129 kereta cadangan. Untuk prasarana terdapat 9 Daop Kereta Api dan 4 Divre Kereta Api.

Untuk menjamin sektor keselamatan pemudik, Kemenhub telah melaunching dan sosialisasi mudik gratis sepeda motor dengan kereta api pada bulan Maret dan akan melaunching serta sosialisasi mudik gratis sepeda motor dengan truk.

Untuk kelancaran operasi angkutan lebaran, Kemenhub akan membentuk posko angkutan lebaran nasional mulai dari H-10 sampai dengan H+15 atau mulai dari 15 Juni sampai dengan 11 Juli 2017. Pemantauan dilakukan di semua sektor angkutan mulai dari sektor angkutan darat, laut, udara dan perkeretaapian.

[***]