Tanggal lima, bulan Februari tahun ini, adalah peringatan ke-96 Ulang Tahun Ibu Negara Pertama Republik Indonesia, Fatmawati Soekarno. Wanita yang menjahit dua kain katun halus, yang kini menjadi Bendera Pusaka Indonesia.

 

Di Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta, mewakili pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani menyampaikan pidato sambutan pada peringatan Mengenang Hari Ulang Tahun Ibu Negara Pertama RI, Fatmawati Soekarno yang Ke-96 .

Sebagai Menko PMK, Puan Maharani mengatakan bahwa satu hal pertama yang diingatkan dari Ibu Fatmawati adalah adalah bendera Pusaka Merah Putih. “Ya, Ibu Fatmawati adalah yang menjahit dua kain katun halus yang menjadi bendera Pusaka Indonesia yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945,” jelasnya.

Sosok Ibu Fatmawati, bagi Puan Maharani, tidak bisa dilepaskan dari Soekarno. Beliau berdiri di belakang sang Proklamator Soekarno saat mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Karena dari tangan beliau, Pusaka Merah Putih disatukan. Ini juga menunjukkan sumbangsih perempuan Indonesia yang ikut memperjuangkan nasib bangsa Indonesia secara mandiri hingga tahap akhir.

“Bendera itu kini menjadi bendera Pusaka sekaligus simbol nasionalisme yang selalu dibentangkan rakyat Indonesia saat ini dan ke depannya,” tegas Menko PMK.

Menko PMK bercerita, sosok Ibu Fatmawati atau yang bernama asli Fatimah lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923 dan meninggal pada 14 Mei 1980. Dia memiliki penampilan yang anggun, berbudaya serta memiliki ketegasan.

“Oleh karena itu, melalui peringatan HUT ke-96 hari ini, kita masyarakat Indonesia diajak untuk mengenang pahlawan nasional serta Ibu Negara Republik Indonesia yang pertama, Ibu Fatmawati yang semasa hidupnya, ikut dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui peringatan HUT ini juga, kita diajak untuk memanjatkan doa dan syukuran bersama serta penghormatan kepada beliau dan juga para Pahlawan Nasional dalam perjuangan Kemerdekaan Indonesia,” kata Menko PMK.

Menko PMK, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki arti dan manfaat yang besar sebagai wujud penghormatan dan penghargaan kepada pahlawan nasional dan Ibu Negara Republik Indonesia yang pertama, Ibu Fatmawati. Menurutnya, Indonesia hari ini adalah buah perjuangan para pahlawan dimasa lalu yang telah mengorbankan seluruh jiwa dan raganya untuk Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak yang telah ikut membantu atas terselenggaranya peringatan HUT Ibu Fatmawati yang ke-96, serta pembangunan monumen Ibu Fatmawati di Bengkulu yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu yang didukung oleh 12 konsorsium perbankan di bawah BUMN.

“Semoga kegiatan ini dapat membangun rasa cinta tanah air, cinta pada pahlawan nasional, sehingga kita dapat ikut mewarisi semangat perjuangan untuk membangun Indonesia yang maju, sejahtera, dan berbudaya,” kata Menko PMK.

Setelah menyampaikan sambutan, Menko PMK menerima selendang Ibu Fatmawati yang diserahkan oleh Lien Kamerun.

Hadir dalam memperingati HUT Ibu Fatmawati yang Ke-96, Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri, Ibu Wakil Presiden, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Mendikbud, Muhadjir Effendy, Pimpinan/Kepala Kementerian/Lembaga Negara, dan Ketua Umum PP Aisyiyah, Hj. Noordjannah Djohantini.(*)