Doni, petugas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan, mulai pulih. Meskipun masih dirawat di ICU Rumah Sakit Omni, tapi kondisinya mulai membaik. Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, menjenguk langsung anak buahnya yang mengalami kecelakaan saat bertugas ini.

Fptp: Dok Humas Tangsel

Walikota Tangsel Airin, menjenguk Doni di rumah sakit pada Rabu (06/02/2019). Airin tidak sendiri. Dia datang menjenguk bersama dengan Wakil Walikota Benyamin Davnie. Selain itu, ikut juga menjenguk Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, dan Deputi Direktur Wilayah Banten Teguh Purwanto.

Airin Rachmi Diany, menyatakan ungkapan turut berduka dengan peristiwa kecelakaan kerja ini. “Saya berduka ada staf pegawai kita yang mengalami kecelakaan,” katanya, kepada keluarga.

Kepada wartawan yang ikut datang, Airin menyampaikan bahwa dari awal, pihaknya sudah berkomitmen dengan persoalan keselamatan dan asuransi bagi pegawai Damkar. “Petugas damkar, harus dicover asuransi. Sehingga bisa dilindungi. Seperti staf kita ini, sekarang bisa dilakukan tindakan operasi di bagian kepala. Semoga bisa pulih kembali dan dapat bekerja kembali di Damkar,” kata Airin..

Airin kembali menyampaikan komitmennya, bahwa hampir 100 persen pegawai non-ASN dilingkup Pemkot Tangerang Selatan, sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Ini sebagai bentuk perlindungan dan komitmen pemerintah kota terhadap keselamatan pegawai.

Pada kesempatan itu, Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto memberikan apresiasi pada Walikota Tangsel. “Kami sangat apresiasi kepada Bu Walikota yang telah mengcover pegawai non ASN untuk mendapatkan pelayanan yang sama jika mengalami kecelakaan kerja,” katanya.

“Kami turut prihatin pada karyawan damkar Kota Tangsel. Saya hadir untuk memastikan, bahwa korban sebagai peserta jaminan BPJS Ketenagakerjaan, mendapatkan perawatan dengan semestinya, dan mendapatkan manfaat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan di Omni Alam Sutera.

Agus menjelaskan, dari peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya kepemilikan jaminan sosial ketenagakerjaan. “Kalau kecelakaan seperti ini, maka ini menjadi kewajiban BPJS Ketenagakerjaan. Kita akan layani dan tangani berapapun besar biaya perawatannya, kita akan bayari sepenuhnya,” jelasnya.

Agus mengatakan, korban dalam kondisi geger otak dan harus ada tindakan bedah tengkorak. Ini menjadi tanggungjawab BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh. Berapapun biayanya.

“Tadi dokter sudah melakukan bedah tengkorak dan kurang lebih biayanya diatas Rp 500 juta, berapapun besarnya biaya akan ditanggung BPJS,” katanya.

Bahkan selama korban dirawat dirumah sakit, ada santunan sementara karena tidak bekerja. Yakni, upah yang dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan upah yang diterimanya.

Dirut BPJS Ketenagakerjaan ini juga mengingatkan, bahwa bagi seluruh pekerja wajib mempunyai BPJS Ketenagakerjaan, baik formal, informal, non ASN. “Seperti korban yang dirawat, ini merupakan pekerja non ASN. Saya terima kasih kepada Ibu Walikota Tangsel yang konsen memperhatikan pegawainya,” katanya.

Saat ini, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan ada sebanyak 50 juta peserta. Dan, ada 1500 peserta yang berasal dari pekerja non ASN. “Seluruh peserta mendapatkan manfaat yang sama dan optimal, seluruh biaya ditanggung BPJS,” kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan.

Saat ditanya bagaimana kondisi Doni yang saat ini dirawat di ICU Rumah Sakit Omni, Wakil Walikota Benyamin Davnie menceritakan bahwa pasien dalam kondisi sehat. Sudah sadarkan diri setelah menjalankan operasi tengkorak.

Insya Allah, dalam waktu dekat akan dipindahkan ke ruang perawatan. “Sudah bisa sadar, dan sudah bisa bicara, kita doakan agar cepat pulih,” ungkap Wakil Walikota Tangsel.(*)