Terjadi kebakaran di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)  Jakarta Pusat, Minggu (18/07/2021) malam hari. Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat konsleting listrik.

Dugaan penyebab korsleting listrik,” kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Kasudin Gulkarmat ) Jakarta Pusat Asril Rizal, dalam keterangannya, Minggu (18/07/2021) yang dilansir dari Detik.com.

Kebakaran berhasil dipadamkan oleh 17 unit mobil pemadam kebakaran dan dengan 75 personel pemadam kebakaran yang dikerahkan. Berikut kronologi kejadian kebakaran kantor BPOM dilansir dari Detik.com.

Pada Pukul 21.31 WIB

Petugas pemadam kebakaran Johar Baru, Jakarta Pusat menerima laporan telah terjadi kebakaran di Kantor BPOM yang beralamat di Jalan Percetakan Negara, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Petugas pemadam kebakaran  Johar Baru mengawali untuk mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran. Petugas pemadam  tiba di lokasi pukul 21.35 WIB.

Pukul 22.50 WIB

Kebakaran mulai membara  pukul 22.17 WIB. Saat itu 17 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

“17 Unit. Api sudah dapat dikuasai,” ujar Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Kasudin Gulkarmat ) Jakart Pusat Asril Rizal, dalam keterangannya, Minggu (18/07/2021).

Pada pukul 22.17, petugas masih mengurai asap di gedung BPOM yang terbakar.

“Dilanjut proses penguraian asap,” ujar Asril.

Pukul 23.00 WIB

Api  dipadamkan setelah satu setengah jam penanganan. Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Kasudin Gulkarmat ) Jakarta Pusat Asril Rizal menerangkan proses pendinginan dilakukan mulai pukul 23.00 WIB.

“Ya (padam),” ujar Asril.

Asril mengatakan objek yang terbakar merupakan gedung permanen. Belum diketahui lebih rinci soal penggunaan gedung tersebut.Asril mengatakan dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik.

“Sedang ada perbaikan pada Panel di Lorong F Timur serta  F Barat. Namun ketika menaikkan MCB menimbulkan  ledakan. Petugas keamanan BPOM ingin melakukan pemadaman, karena asap yang ditimbulkan pekat namun petugas kewalahan melakukan pemadaman,” ujar Asril. (*)