Mengenal Prof Huzaemah, Rektor IIQ Ahli Perbandingan Mazhab yang Meninggal Dunia Karena Covid-19

  • Share

Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta Prof. Dr. Huzaemah Tahido Yanggo meninggal dunia di RSUD Banten pada Jumat (23/07/2021).

Ketua MUI Asrorun Niam pada Jumat (23/07/2021) mengatakan Prof Huzaemah meninggal dunia karena Covid-19.

“Allah SWT memanggil kembali ke hadirat-Nya guru kami tercinta Al-Marhumah Ibunda Prof. Dr. Huzaemah Tahido Yanggo, MA. Beliau wafat di RSUD Banten, Jumat pagi setelah terkena wabah Covid-19,” kata Asrorun Niam.

Ia menyampaikan Indonesia telah kehilangan sosok ulama perempuan. Menurut penuturannya, Prof Huzaemah  merupakan sosok penting dalam pembahasan fatwa-fatwa MUI selama ini. Terlebih lagi, ide dan kontribusi pemikirannya sangat aktif diberikan ketika pandemi Covid-19 saat ini.

Prof. Huzaemah selama ini dikenal sebagai ahli perbandingan mazhab. Ia merupakan perempuan pertama dari Indonesia yang meraih gelar doktor di Universitas Al-Azhar dengan predikat cumlaude.

Perempuan kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, pada tahun 1946 itu menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di lembaga pendidikan Alkhairaat.

Pada 1975, ia meraih gelar Sarjana Muda (BA) dari Fakultas Syariah Universitas Islam (Unis) Alkhairaat.

Berselang dua tahun, ia melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir hingga meraih gelar Master of Arts (MA) pada 1981 dan gelar doktor pada 1984 yang masing-masing mendapatkan predikat cumlaude.

Dalam karirnya, Prof. Huzaemah tercatat pernah memegang beberapa jabatan penting, baik di kampus maupun di luar kampus.

Ia tercatat pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan I di Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kemudian menjabat Direktur Program Pascasarjana Institut Ilmu Alquran (IIQ) dan sekaligus Rektor IIQ 2014-2018 dan berlanjut pada 2018-2022.

Di luar kampus, Prof Huzaemah tercatat sebagai anggota Komisi Fatwa MUI sejak tahun 1987, anggota Dewan Syariah Nasional MUI sejak 1997.

Ia juga menjadi Ketua MUI Pusat Bidang Pengajian dan Pengembangan Sosial sejak tahun 2000.

Selain itu, Huzaemah juga pernah menjadi anggota Dewan Pengawas Syariah di Bank Niaga Syariah pada tahun 2004 dan Ketua Dewan Pengawas Syariah di Insurans Takaful Great Eastern.

Beberapa buku yang ditulisnya antara lain adalah “Pengantar Perbandingan Mazhab” (2003), “Masail Fiqhiyah: Kajian Hukum Islam Kontemporer” (2005), dan “Fikih Perempuan Kontemporer” (2010). (*)

  • Share