Kepolisian hingga kini belum menemukan Yodi, pemilik KM Zahro Express yang terbakar pada Minggu (1-01-2017), dan dalam insiden tersebut, 23 penumpang tewas.

Keterangan Yodi sangat diperlukan untuk proses penyelidikan terbakarnya kapal yang akan berlabuh di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu itu.

“Masih dicari. Kalau kita tidak tahu (keberadaan Yodi), dan dia tidak berada di rumahnya,”kata Direktur Polair Polda Metro Jaya,  Kombes Pol Hero Hendrianto Bachtiar, Kamis (5-01-2017).

Seperti diketahui, KM Zahro Express terbakar beberapa saat setelah berlayar dari Muara Angke.

Saat ini Polisi sudah mendapatkan keterangan dari sebelas saksi. Keterangan terakhir didapat dari mantan Kepala Kantor Kesyahbandaran Operasional dan Pelabuhan (KSOP) Kelas V Muara Angke, Deddy Junaedi yang merupakan Kepala KSOP saat peristiwa naas tersebut terjadi. Dia mendatangi Mako Polair pada Selasa (3-01-2017).

Sampai saat ini, Polisi baru menetapkan satu tersangka, yaitu M Nali, nakhoda. Dia dijerat Pasal 302 UU No 17/2008 tentang Pelayaran karena nekat melayarkan kapal yang tidak layak berlayar, sehingga mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

 

[***]