Penangkapan Bupati Probolinggo dan Suaminya Ternyata Kerja Tim “Raja OTT” Yang Tak Lolos TWK

  • Share

Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Minggu (29/08/2021).

Puput ditangkap bersama sembilan orang lainnya, termasuk suaminya yang merupakan anggota DPR Fraksi NasDem Hasan Aminuddin.

Yang menarik, anggota Tim Satuan Tugas (Satgas) Penyelidik KPK yang terlibat dalam OTT itu adalah tim  yang dipimpin oleh si Raja OTT Harun Al Rasyid, pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) KPK beberapa waktu yang lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh penyelidik KPK nonaktif, Rieswin Rachwell.

“Informasi yang saya terima memang ini adalah hasil kerja keras dari rekan-rekan kami, Penyelidik KPK anggota dari Satgas Penyelidik yang dipimpin Bapak Harun Al Rasyid Sang Raja OTT,” kata Rieswin, melansir CNNIndonesia.com.

Rieswin mengungkapkan kasus dugaan jual beli jabatan yang menyeret bupati dan suaminya sudah diselidiki jauh sebelum ada Surat Keputusan (SK) Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021 tentang penonaktifan pegawai TWK.

Tim penyelidik, lanjut Rieswin,sudah banyak mengumpulkan informasi dan bahan keterangan untuk kasus tersebut.

“Saya tahu betul bagaimana beratnya perjuangan rekan-rekan kami sebagai Penyelidik ketika harus tetap menangani perkara ini dengan SDM yang dari semula 7 orang (termasuk Harun Al Rasyid selaku Kasatgas) yang berkurang menjadi 4 orang saja karena TWK,” tutur Rieswin.

Ia melanjutkan, Harun tetap memberikan arahan dan bimbingan kepada anggota Satgas tersisa meskipun berstatus nonaktif. Menurut dia, hal itu sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.

“Kami Penyelidik KPK nonaktif selalu dan akan tetap memberikan dukungan moral dan semangat kepada rekan-rekan Penyelidik KPK yang tetap aktif bertugas dan berjuang memberantas korupsi. Karena bagaimanapun kami adalah Penyelidik KPK yang prihatin dengan kinerja penindakan KPK,” ucap Rieswin. (*)

  • Share