Saat ini kondisi demokrasi di Indonesia sangat mengkhawatirkan, tingginya biaya politik dan buruknya sistem elektoral menjadi faktor utama ancaman serius demokrasi di Indonesia.

“Praktik jual beli suara dengan berbagai model dan bentuknya seperti jual beli rekomendasi Parpol, transaksi nomor urut Caleg, serangan fajar, tukar guling projek, pertukaran dengan regulasi dan conflict of interrest bentuk lainnya adalah ancaman serius bagi demokrasi di Indoensia”.

Ujar Ward Barenshot, Peneliti KITLV. saat diwawancarai kliksaja.co setelah kegiatan bedah buku di LIPI pada Rabu 10/04/2019.

Apa yang disampaikan oleh Ward tersebut merupakan hasil temuan penelitiannya di Indonesia mengenai klientelisme di Indonesia.

Massifnya praktik klientelisme di Indonesia, berdampak pada pada terjadinya oligarki Parpol dan personalisasi Parpol, dimana elit politik berada dibawah kendali pemilik modal. Seperti kondisi saat ini.

Kekhawatiran Ward saat ini adalah karenanya tingginya biaya politik di Indonesia dapat berdampak buruk pada kualitas demokrasi di Indonesia.

“Saat ini cost politic di Indonesia sangat tinggi karena kultur tentunya, selalu terjadi praktik politik uang sperti serangan fajar, lalu ada juga didukung oleh sistem Pemilu atau sistem elektoral melalui UU Pemilu yang memaksa Parpol dan politisi untuk mengeluarkan biaya tinggi dalam berpolitik di Indonesia”. Ujar Ward.

Kegiatan bedah buku tersebut terselenggara atas kerjasama antara LIPI dengan KILTV dengan menghadirkan narasumber penulisnya langsung.

Dua buku sekaligus di bedah dengan menghadirkan narasumber indonesianis dari belanda Ward Barenscot dan Gerry Van Klinken.

Ward, merupakan penulis buku Democracy for Sale, Pemilu, Klientisme dan Negara di Indonesia, ditulis bersama Edward Aspinall. Diterbitkan oleh Yayasan obor Indonesia tahun 2019 yang merupakan terjemahan versi Indonesia.

Hadir juga menjadi narasumber Gerry Van Klinken juga sebagai penulis buku Citizenship In Indonesia Perjuangan Atas Hak Identitas Dan Partisipasi ditulis bersama dengan Ward Berenschot.

Hadir sebagai pembahas adalah Peneliti LIPI Yogi Setya Permana, dan Amin Mudzakir juga dari Peneliti LIPI keduanya menjadi pembahas dua buku tersebut.

Democracy for sale merupakan buku hasil penelitian di Indonesia di 40 kota. Mengurai tentang praktik klientelisme di Indonesia.

Hasilnya sungguh mencengangkan dijumpai di Indonesia dalam Pemilu legislatif, Pilpres, Pilkada terjadi praktik transaksi jual beli suara, atau vote buying.

Buku ini akan di bedah di berbagai kota di Indonesia setiap harinya hingga tanggal 23 April mendatang.