Kliksaja.co – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis penjara selama 2 tahun 10 bulan kepada Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Sumatera Barat, Suprapto.

Selain hukuman badan, Suprapto yang terbukti turut menyuap Anggota DPR I Putu Sudiartana terkait proyek jalan di Sumatera Barat ini juga dikenakan hukuma denda Rp 100 juta.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 10 bulan serta denda Rp 100 juta, dan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” ujar ketua majelis hakim Aswijon di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Hakim menilai, Suprapto terbukti turut serta menyuap Putu Sudiartana Rp 1 miliar saat yang bersangkutan masih menjadi anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demikrat.
Uang haram itu diberikan terkait pengusahaan Dana Alokasi Khusus (DAK) proyek pembangunan dan perawatan ruas jalan di Sumbar dalam APBN-P dengan minimal Rp 50 miliar.

Putu sebelumnya pernah menjanjikan pengalokasian APBN-P minimal Rp 50 miliar untuk proyek jalan di Sumbar.

Suprapto kemudian meminta Putu menaikkan jumlah alokasi minimal menjadi Rp 100-150 miliar. Putu setuju dengan syarat disediakan dana Rp 1 miliar.

Putu pun setuju. Dan Suprapto memberika fee Rp 500 juta terlebih dahulu. Uang ini berasal dari sejumlah pengusaha yang akan memenangkan proyek jalan tersebut.

Akibat perbuatannya, Suprapto terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntuan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi yang menginginkan Suprapto dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair enam bulan.