Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan terkait penangkapan bos Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group, SN, hari ini, Senin, (20-02-2017).

“Iya benar. Saya belum bisa  jelaskan lebih lengkap,”ungkap  Kombes Pol RP Argo Yuwono, Senin (20-02-2017).

SN ditangkap Tim Krimsus Polda Metro Jaya di daerah Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (20-02-2017) dinihari setelah menghilang dari kediamannya di Perumahan Palem Ganda Asri Limo, Depok, Jawa Barat (Jabar).

Sabtu (10-02-2017), SN  ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pencucian uang atas investasi bodong Pandawa Mandiri Group. Polisi resmi memasukkannya dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah mangkir saat dipanggil dua kali.

SN disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP juncto UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Ada 15 laporan yang masuk ke Polisi terkait investasi bodong tersebut. Sementara penyidik telah memeriksa 11 saksi, terdiri dari saksi pelapor, saksi ahli dari Kementerian Perdagangan, serta dua saksi fakta dari Kementerian Koperasi dan UKM serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti antara lain bukti transfer, sertifikat nasabah dan brosur produk Pandawa Mandiri Group.

Kasus investasi bodong yang dipimpin SN telah menimpa ribuan korban dsn kerugian mencapai Rp 1,105 Triliun.

 

[***]