Tim gabungan Polda Sumatera Utara (Sumut) dan Polres Asahan bekerjasama dengan Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) menggagalkan peredaran sabu seberat 7 Kg yang diamankan dari empat pelaku yang mengendarai mobil Toyota Avanza nopol BK 1083 IC, di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di depan Polres Asahan, Jalan Ahmad Yani, Kisaran, Kamis (26-01-2017) sekitar pukul 21.45 WIB.

Keempat tersangka, terdiri dari dua  laki laki berinisial BTB dan A, dan dua  wanita yakni E dan AY.

Berdasarkan pengembangan perkara dari Polres Metro Jakarta Barat dan analisa IT didapat informasi terkait jaringan narkotika Malaysia-Medan-Jakarta. Narkotika masuk dari Tanjung Balai menggunakan kapal. Kemudian Sat narkoba Polrestro Jakbar yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba, AKBP Suhermato melakukan penyelidikan ke Tanjung Balai, Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting menyampaikan, Polres Metro Jakarta Barat telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan Dit Resnarkoba Polda Sumut dan Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan, SIK.

“Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan mendapat info melalui telepon dari Kasat Narkoba Polrestro Jakbar, AKBP Suhermanto pada pukul 20.45 WIB, bahwa ada mobil avanza BK 1083 IC berjumlah 4 orang, membawa Narkoba jenis Sabu-sabu dari arah Tanjung Balai menuju Medan. Setelah beberapa hari dilakukan penyelidikan, Kapolres mencurigai sebuah mobil Avanza dengan nopol BK 1083 IC dan dilakukan pembuntutan. Tepat didepan Jln Raya Lintas Sumatera depan Polres Asahan dengan dibantu anggota yang sedang berjaga melakukan penghadangan dan penangkapan terhadap mobil avanza tersebut,”ungkap Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting.

Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan dibantu anggota kemudian mengamankan empat orang dan tujuh paket besar sabu di dalam mobil yang disimpan dalam tas jinjing dan tas ransel.

Sebelumnya saat dilakukan penghadangan dan penangkapan tersebut, para tersangka sempat melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri.

Kemudian Kapolres Asahan, AKBP Tatan memberikan tembakan peringatan ke atas dan pengemudi kendaraan avanza BK 1083 IC tersebut namun tetap tidak berhenti, selanjutnya tembakan diarahkan ke pengemudi.

Setelah dilakukan tembakan beberapa kali ke arah pengemudi, mobil menabrak truk dan langsung berhenti. Kemudian dilakukan pengepungan, dan diperintahkan untuk menyerah. Tersangka akhirnya dapat dilumpuhkan dengan tembakan.

Namun tersangka BTB harus meregang nyawa karena terkena tembakan petugas akibat melawan dan membahayakan petugas sehingga menderita luka pada dada dan paha.

“Tersangka merupakan pecatan Kepolisian dari Polda Sumut karena disersi dan kasus narkoba pada tahun 2015 dengan Skep Pemberhentian dari Kapoldasu nomor KEP/1060/XII/2015 tanggal 31 Desember 2015. Pangkat terakhirnya Briptu. Ia meninggal dunia ketika dalam perjalanan dari TKP menuju Rumah Sakit,”terang Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting.

Sementara tersangka A mengalami luka tembak di kaki dan telah dirawat di rumah sakit.

Penangkapan para tersangka tersebut merupakan hasil pengembangan kasus narkoba Polres Metro Jakarta Barat. Keempat pelaku merupakan sindikat narkoba, jaringan Tanjungbalai, Medan dan Jakarta.

“Sabu dikirim dari Malaysia menuju Tanjungbalai lalu direncanakan akan dibawa ke Medan dan berlanjut ke Jakarta. Saat ini kita masih melakukan pengembangan, untuk mengungkap jaringan para pelaku,”ujar Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting.

 

[***]