Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan siapapun bisa menjadi pahlawan, selama dia bisa memberikan kontribusi yang positif untuk kemajuan bangsa.

Menurut Pramono, pahlawan bisa dalam bentuk apa saja, bisa pahlawan olahraga, pahlawan kemanusiaan, pahlawan seni, pahlawan budaya, atauh pahlawan anti korupsi kalau ia seorang pejabat.

“Jadi pahlawan dalam konteks kekinian bisa apa saja. Semuanya bisa mempunyai kesempatan walaupun pengakuannya mungkin berbeda dengan pahlawan-pahlawan dulu ketika berjuang bagi bangsa dan negara,” kata Seskab, Sabtu (10/11/2019) seperti yang dilansir dari situs setkab.go.id

Untuk itu, Seskab mengajak siapapun berlomba-lomba untuk hal yang baik, menjadi pahlawan yang mungkin tidak dianggap sebagai pahlawan yang perlu mendapatkan pengakuan negara, tetapi berkontribusi positif untuk kemajuan bangsa.

Keadaan tersebut tentu berbeda dengan pahlawan pada masa lalu. Menurut Seskab, pahlawan masa lalu tugas utamanya adalah memerdekakan bangsa, melakukan gerakan untuk pendidikan, kebudayaan dan sebagainya. Mereka sangat gigih untuk itu, mereka rela berkorban untuk itu.

“Maka yang perlu dicontoh adalah kegigihan, rela berkorban, tidak berhitung, dan betul-betul cinta terhadap negaranya. Dan saya yakin itu bisa menjadi pembelajaran bagi generasi muda masa kini dan masa mendatang,” tegas Seskab seraya menambahkan, pahlawan dalam waktu ke waktu konteksnya akan berbeda.

“Tetapi sekali lagi semua orang sekarang mendapatkan kesempatan untuk menjadi pahlawan,” sambung Seskab.

Pramono meyakini, anak muda kita semua mempunyai kesempatan untuk bisa memberikan kontribusi bagi bangsa, bagi negara, bagi kemanusiaan, bagi rumah tangga.

“Maka bekerjalah dengan baik tanpa menghitung apapun, karena pahlawan semuanya bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi pahlawan. Kalian, kita, aku adalah Pahlawan Masa Kini!,” pungkas Seskab. (*)