Ragam bacaan Alquran dalam kajian Ilmu Alquran ada tujuh macam yang dikenal dengan Qiraah Sab’ah. Berbagai macam model bacaan tersebut ternyata sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW.

Hasan Albab Al Hafidz atau Gus Hasan, putra pengasuh Ponpes Alquran Arroudlatul Mardliyyah, Kudus, Jawa Tengah, menyampaikan bahwa beragamnya model bacaan Alquran juga disampaikan oleh Malaikat Jibril ketika menyampaikan wahyu kepada Rasul.

“Malaikat Jibril pernah membacakan maaliki yaumid diin yang panjang mimnya dan dalam kesempatan lain Malaikat Jibril menyampaikan maliki yaumiddin dengan mim dibaca pendek,” kata Gus Hasan dalam diskusi online yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Dialektika (LKD) dengan tema Qiraah Sab’ah: Khazanah Bacaan Al Quran, Sabtu  (09/05/2020).

Sedangkan Rasul sendiri mengajarkan Alquran kepada para sahabat dengan berbagai macam bacaan, karena para sahabat berasal dari kabilah yang berbeda-beda.

“itu pun berlanjut di kalangan sahabat, sahabat Ubay, sahabat Ibnu Mas’ud, sahabat Ali bin Abi Thalib, dan itu pun diajarkan kepada muridnya,” lanjut Gus Hasan.

Dari model pengajaran turun-temurun tersebut, sampailah bacaan tersebut kepada yang masyhur disebut dengan Imam Sab’ah atau Imam tujuh.

Gus Hasan menyampaikan asal muasal dari lahirnya Qiraah Sab’ah berawal dari penyebaran mushaf Khalifah Usman ke lima kota, yakni Makkah, Madinah, Bashrah, Syam, dan Kufah.

“Dan dari mushaf yang dibagikan ke lima kota tersebut muncullah Imam Qiraah Sab’ah, yang tiga diantarannya tinggal di Kufah,” terang Gus Hasan.

Ketujuh Imam tersebut adalah: pertama, Imam Nafi’ dari Madinah dengan dua muridnya, yakni Imam Qalun dan Imam Wars.

Gus Hasan menuturkan keistimewaan dari Imam Nafi’ yang pernah bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Dalam mimpi tersebut Rasul membaca Alquran langsung di depan mulutnya.

“Sehingga beliau mempunyai keistimewaan mulutnya berbau wangi, meski tidak memakai minyak misik pun berbau wangi,” kata Gus Hasan.

Kedua, Imam Ibnu Katsir Al Makki. Sesuai dengan gelarnya, Al Makki, Imam Ibnu Katsir berasal dari Makkah. Ia mempunyai dua murid yang masyhur, yakni Bazzi dan Qunbul.

Ketiga, lanjut Gus Hasan, Abu Amr Al Bashri asal Bashrah. Ia Mempunyai dua murid yang masyhur, yakni Imam Susi dan Imam Juri.

Keempat, Imam Ibnu Amir Al Syami berasal dari Syam. Dua murid yang masyhur, yakni Imam Hisyam dan Imam Ibnu Dzakwan.

Kelima Imam Ashim, mempunyai dua murid yang masyhur, yakni Imam Syu’bah dan Imam Hafs. Menurut Gus Hasan, bacaan Imam Ashim ini banyak diikuti oleh umat Islam di dunia.

“Dan kita sendiri sekarang ini, begitu juga imam masjidil haram dan masjid nabawi, sampai sekarang ini membaca mengikuti qiraah Imam Ashim dengan mengikuti riwayat Imam Hafs,” jelas Gus Hasan

Keenam, lanjut Gus Hasan, Imam Hamzah dengan mempunyai dua murid, yakni khalaf dan Khallad. Dan Ketujuh Imam Ali Kisai dengan dua muridnya, Abdul harits dan Imam Juri Ali

“Jadi Imam Juri meriwayatkan dua qiraah, yaitu Imam Amr dan Imam Ali Kisai,” kata Gus Hasan.

Imam Ashim, Imam Hamzah, dan Imam Ali Kisai ketiganya tinggal di Kufah.

Gus Hasan mengatakan bahwa keseluruhan ada 14 macam qiraah, yaitu  dan sekarang tinggal tersisa empat bacaan, Qalun, Wars di Maroko, Hafs, Imam Juri.

“Yang lain masih dibaca tetapi hanya di kalangan tertentu,” tutur Gus Hasan. (*)