Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Yudian Wahyudi mengatakan bahwa pemerintah tidak perlu mengimpor rektor untuk mendongkrak rangking dunia perguruan tinggi di Indonesia.

Hal ini disampaikan Yudian saat mewisuda 1.128 sarjana di Gedung Prof. Dr. HM. Amin Abdullah, UIN Sunan Kalijaga, Yogyarta, Rabu (07/08/2019).

“Yang perlu dilakukan adalah memacu budaya riset dan publikasi riset di tingkat internasional (indeks Scopus) dengan anggaran yang cukup serta menyederhanakan administrasi pertanggungjawaban anggaran,” kata Yudian.

Pada kesempatan itu, Yudian juga menyatakan ketidaksetujuannya kalau menteri agama diisi orang dari partai politik.

Menurut Yudian posisi menteri agama seharusnya diisi dari kalangan profesional.

“Kementerian Agama itu masalahnya kompleks, sehingga harus dipegang oleh orang yang profesional sekaligus bersih. Dan itu dimiliki oleh para Rektor PTKIN se-Indonesia,” kata Yudian.

Pada pelaksanaan wisuda periode IV tahun akademik 2018/2019 ini, UIN Sunan Kalijaga meluluskan sebanyak 1.128 orang sarjana, dengan rincian 895 orang lulus S-1, 214 orang lulus S-2, dan 19 orang lulus S-3.

Pelaksanaan upacara wisuda dilakukan dua kali, 560 orang wisudawan/wisudawati diwisuda Rabu (07/08/2019), 568 diwisuda Kamis (08/08/2019).

Sampai dengan wisuda hari ini, jumlah lulusan atau alumni UIN Sunan Kalijaga adalah 60.541 orang, 626 orang di antaranya bergelar Doktor, dan 5.572 bergelar Magister. (*)