Siswa SMA PGRI 2 Kayen Kabupaten Pati berhasil melakukan inovasi baru di bidang tekhnologi, diantaranya adalah penemuan pembuatan pelapis pesawat dari bahan kulit singkong. 

Inovasi yang berhasil dilahirkan lainnya adalah batu batako tahan gempa, dan pelapis lambung kapal dari abu sekam padi. Ini produk-produk karya anak-anak SMA yang harus terus dikembangkan.

Salah satu anggota tim dari SMA PGRI 2 Kayen, Latifatun Ni’mah, 17, mengatakan semua hasil inovasi itu telah diuji kelayakannya. Inovasi mereka memerlukan waktu lebih dari satu tahun per produk inovasinya.

“Sekolah kami juga melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mengecek dan meningkatkan kualitas inovasi itu. Selain juga ada guru pembimbing,” kata siswi kelas XI IPA tersebut. 

Hasil temuan inovasi tersebut di pamerkan langsung oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-Eks Keresidenan Pati, Rabu (27/03/2019) di Pendopo Kabupaten Pati.

Batako tahan gempa tersebut telah menyabet juara pada salah satu lomba inovasi pelajar di Amerika Serikat. Sementara pelapis badan pesawat terbuat dari kulit singkong sama serat batang pisang. Untuk pelapis lambung kapal, terbuat dari abu sekam padi, resin (perekat) dan fiberglass.

“Silakan kepala sekolah mengusulkan agar pemerintah bisa meneruskan ke mana. Jadi itu belum selesai dan harus diproduksi terus agar mendapatkan kelayakannya. Coba diusulkan agar kita lihat,” kata Ganjar.

Dia menjelaskan, untuk pembuatan batako diperlukan bahan berupa pasir semen dan batu kapur giling dengan perbandingannya 1 banding 7 banding 3. Penggunaannya pun teruji kuat mortar, adukan air perekat sama pasir. Untuk batako kali pertama dilahirkan pada kurun waktu 2014 – 2015. “Tapi sampai sekarang belum diperjualbelikan karena belum siap. Kami butuh laboratorium. Bisa produksi massal tapi butuh pengembangan, perlu tahapan,” katanya.

Selain tiga hasil inovasi tersebut, Ni’mah mengatakan saat ini dirinya bersama tim tengah mengembangkan pupuk organik dari limbah daun cincau hitam, kulit pisang raja dan jerami padi. “Harapannya kalau ada laboratorium lebih membuat inovasi kami semakin kaya dan memicu semangat belajar kami,” katanya.