Selama hampir empat hari dalam sepekan lalu, terjadi penumpukan barang di terminal kargo bandara Soekarno Hatta. Maskapai penerbangan disebut sebagai pihak yang menjadi penyebab utama persoalan ini.

Penumpukan yang terjadi, juga menyebabkan barang-barang kargo meluber hingga di pelataran terminal. Situasi ini, bukan saja rawan. Tapi juga bisa berakibat pada layanan jasa pengirim ke konsumen.

Ketua Bidang Transportasi & Infrastruktur DPP Asperindo, Hari Sugiandhi kepada wartawan menyatakan bahwa pihak yang paling dirugikan adalah para penyelenggara jasa pengiriman dan logistik.

Yang lebih memperihatinkan, penumpukan terjadi justru pada saat pihak maskapak menerapkan kebijakan kenaikan tarif pengiriman sebesar 20% hingga 70%.

“Ini jadi ironi, tarif dinaikkan, tapi pelayanan tidak ditingkatan bahkan lebih buruk. Ada barang yang telah masuk sejak 4 hari lalu tidak terangkut karena buruknya manajemen kargo dari maskapai penerbangan,” kata Hari Sugiandhi yang juga di Jakarta, Rabu (12/12/2018).(*)