Poempida Hidayatulloh menguak rahasia mafia di BPJS Ketenagakerjaan. Ia mengungkap adanya praktik mafia yang mengambil uang pekerja dari BPJS Ketenagakerjaan ditarik ke luar yang dijalankan hampir mirip dengan pembobolan bank.

Hal tersbut Poempida ungkapkan saat dirinya melounching  bukunya yang berjudul The Black Box; A Social Insecurity. Bersamaan dengan kegiatan tasyakuran HUT (Organisasi Kesejahteraan Rakyat) Orkestra yang ke-7.

Selain buku The Black Box A Social Insecurity, kegiatan tersebut juga melounching buku yang berjudul Strategi membumikan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Poempida Hidayatulloh hadir menjadi narsum dalam lounching buku. Hadir pula sebagai narasumber Irwandi Wisnu Wardhana dan Ficky Alkarim yang keduanya adalah penulis buku Strategi Membumikan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Buku The Black Box; A Social Insecurity ditulis langsung oleh Poempida dengan bahasa Inggris dan diterbitkan oleh penerbit internasional, penerbit RM Internasional, London, Inggris.

Dalam kesempatan tersebut, Poempida membedah temuan temuan menariknya selama menjabat sebagai Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan melalui buku The Black Box.

Dalam pemaparannya, Poempida menduga adanya praktik mafia di tubuh BPJS Ketenagakerjaan.

“Ada mafia di BPJS Ketenagakerjaan, memindahkan uang pekerja keluar, praktiknya hampir mirip dengan pembobolan bank”. Papar poempida.

Menanggapi adanya mafia tersebut, Poempida menyampaikan bahwa tidak hari ini saja ia uangkapkan. Praktik mafia di BPJS Ketenagakerjaan sudah sering ia sampaikan termasuk di forum-forum RDP dengan DPR RI. Kata Poempida.

Poempida meyakini suatu saat para mafia di BPJSTK pasti terungkap. 

Dengan nada yang keras, Poempida mengatakan bahwa ia akan bersuara lantang membela buruh, membela rakyat kecil. 

“Saya menjaga uang rakyat, kalau ada yang mengganggu uang rakyat, uang buruh, kalau ada, saya akan lawan”. Tegas Poempida.

Selain mafia, Poempida juga mengungkapkan adanya resiko gagal bayar JHT di BPJS Ketenagakerjaan berpotensi terjadi. Dimana jumlah pembayaran iuran masuk dengan klaim JHT yang harus dibayarkan tidak seimbang. 

Fakta ini ia ungkapkan terjadi di beberapa tahun terakhir dan kondisinya terus memburuk, apalagi situasi saat ini pandemi dimana banyak PHK terjadi. 

Sementara itu, Wisnu Wardhana menguraikan terkait temuan riset dalam buku tersebut. Menurutnya salah satu strategi membumikan BPJS Ketenagakerjaan memiliki tantangan berat yaitu strategi brand awareness. Menurutnya publik lebih familiar dengan BPJS Kesehatan dibanding dengan BPJS Ketenagakerjaan dan sudah melekat.

Selain itu ia juga mengungkapkan efektivitas perisai di tubuh BPJS Ketengakerjaan, dimana para agen perisai masih sangat rendah sekali benefitnya jika dibandingnkan dnegan agensi asuransi lain, sehingga bedampak lambatnya performa BPJS Ketengaakerjaan.

Lounching buku digelar di cafe K-Line Duren Tiga Selatan, Jakarta Selatan. Pada hari ini (21/02/2021) pagi jam 10.00.

Kegiatan silaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu wajib menggunakna masker, jaga jarak dan disediakan cuci tangan oleh panitia.