Badan kesehatan PBB yakni WHO menyatakan bahwa manusia harus hidup dengan Covid-19, sama seperti hidul dengan penyakit akibat virus lainnya.

WHO menegaskan semua akan hidup dengan COVID-19 selamanya.

Bahwa Covid-19 bukan lagi dilawan, tapi harus berdamai dengan corona. Seperti dalam perang ada pilihan berdamai untuk menang.

Menanggapi pernyataan WHO tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi Riset dan Pengembangan Teknologi Biomedis, Ridwan Hisjam mendesak pemerintah agar segera mencabut penetapan pembatasan sosial berskala besar,PSBB.

“Karena sebab penetapan PSBB akibat wabah virus corona telah berdampak pada krisis ekonomi awal. Bahkan bisa berdampak krisis ekonomi yang semakin berat, sampai krisis sosial. Maka berdamai dengan corona dan menjalani hidup new normal adalah solusi jalan keluar untuk cegah krisis ekonomi terus berlanjut”.

Anggota Komisi VII DPR RI HM Ridwan Hisjam mengatakan dalam acara Ramadhan di Ridwan Hisjam Center Malang, Senin kemarin (18/5/2020). Hadir dalam acara ramah tamah tersebut, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, dan Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi.

Dikatakan, saat ini banyak perusahaan sedang menimbang keputusan, jika cashflow berhenti yang akan berdampak pada pembayaran hutang kepada perbankan. “Yang saya harap jangan terjadi rush saja, penarikan simpanan uang di bank, yang dipinjamkan bank ke pengusaha”,jelasnya.

“Yang nanti akan bisa menyebabkan masalahnya bertambah rumit”, ungkap pengusaha perumahan ini.

Dijelaskan, hal ini pernah dialami oleh Presiden Suharto tanggal 21 Mei 1998 yang kemudian memilih berhenti jadi Presiden. Yang bermula dari krisis sosial selama sepekan, lalu disusul krisis ekonomi yang ditanggung biayanya sampai kini.

Pertanyaanya, apakah Presiden Jokowi bisa mengatasi agar tidak terjadi krisis jika PSBB terus berlanjut.

“Jawabnya bisa asal dengan melaksanakan hidup new normal berdamai dengan Covid-19”, tegasnya.

Saya dapat bocoran, tanggal 25 Mei 2020 semua PSBB di daerah akan dicabut semua,” ungkapnya

Lockdown Berbeda

Realitanya pada saat sekarang, kata Ridwan, masarakat sedang mengalami masalah ekonomi mulai makin dalam. Sehingga bantuan harus digelontorkan oleh pemerintah bukan hanya untuk orang miskin, tapi mestinya juga untuk semua orang yang terdampak penyebaran virus corona. Termasuk bagi orang yang punya mobil Mercy, kalau sudah terdampak, ya kasih bantuan sembako begitu, ujar Ridwan.

“Meski walau ini bukan Lock Down tapi ini sudah mirip Lockdown. Beda dengan Singapura yang telah memberlakukan Lock Down sejak dari awal, dimana yang tergolong mampu dan tidak mampu tetap mendapat bantuan sembako dari pemerintahnya”, jelasnya.

Sedang PSBB hanya ada di Indonesia hasil dari utak-atik saja. WHO sendiri akhirnya angkat tangan sudah, pungkasnya. erwink